Triwulan Pertama PAD Rp 86,7 M, Wali Kota Malang Optimis Lampaui Target

  • Whatsapp
Wali Kota Malang, Sutiaji
Wali Kota Malang, Sutiaji
banner 468x60

NUSADAILY.COM – MALANG – Sepanjang triwulan I, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Malang sebesar Rp 86,7 Miliar. Artinya, asumsi pendapatan di triwulan pertama ini, dua kali lipat dari penempatan pertama yang semula sebesar Rp 40 miliar menjadi Rp 86,7 miliar. 

Wali Kota Malang, Sutiaji menjelaskan, salah satu hal yang menopang peningkatan PAD saat ini adalah e-parking yang sudah berjalan di kawasan Stadion Gajayana. Nantinya, konsep ini juga akan ditambah di beberapa titik lokasi lainnya.

Baca Juga

“Jadi PAD itu semuanya nggak hanya sektor pajak daerah saja. Dari Dishub (Dinas Perhubungan Kota Malang) saat ini ada satu titik e-Parking, ini akan terus kita kuatkan,” terang Wali Kota Malang, Sutiaji dilansir Nusadaily.com.

Rencananya, layanan e-Parking di Kota Malang nantinya akan ditambah setidaknya di tiga titik lokasi. Seperti, di area Gedung Kartini, Block Office, Terminal Arjosari, dan tambahan satu titik lagi di sekitar kawasan MOG khusus untuk sepeda motor.

Lebih lanjut, Sutiaji mengatakan, dengan penerimaan pendapatan yang terus meningkat ini maka bukan tidak mungkin besaran target PAD Kota Malang di tahun 2021 ini akan tercapai dengan optimal. Bahkan, dimungkinan melampaui target yang ditetapkan senilai Rp 629 Miliar.

“Kalau targetnya tahun ini sesuai Rp 629 Miliar, karena pandemi. Jika ini terus menerus, saya punya keyakinan ini akan terlampaui, sampai Rp 700 Miliar pun terpenuhi di tahun 2021,” tandas dia. 

Seperti diberitakan sebelumnya, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Malang juga melakukan inovasi untuk mempermudah masyarakat dalam membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Yakni, melalui toko modern dan e-commerce. 

“Kami mengajak kerjasama dengan Bank Jatim, pembayaran bisa dilakukan melalui toko modern. Ke depan, bisa kerjasama dengan beberapa marketplace. Sehingga, ketika membuka ponsel, bisa langsung melakukan pembayaran,” terang Kepala Bapenda Kota Malang, Handi Priyanto. 

Dengan adanya berbagai kemudahan tersebut, Handi berharap, bisa meningkatkan pendapatan dari sektor PBB. Seperti diketahui, target pendapattan Kota Malang berada di angka Rp 629 miliar. Hingga tanggal 5 April 2020 lalu, realisasi sudah mencapai angka Rp 85 miliar.

“Kami optimis, pendapatan daerah bisa meningkat dari sektor PBB. Seba, hal ini tidak berlaku bagi warga Kota Malang saja. Namun, juga warga luar kota yang memiliki aset di Kota Malang,” imbuh dia.

Selain itu, Bapenda Kota Malang juga memberikan kemudahan bagi para wajib pajak (WP) yang kehilangan Surat Pemberitahuan Pajak Terutanng (SPPT) PBB. Mereka bisa mengakses melalui sistem online. “Mereka bisa mencetak sendiri di rumah. Selama ada NOP (Nomor Objek Pajak). Karena, NOP tidak pernah berubah,” kata dia.(nda/wan)