Tolak Radikalisme, Ratusan Massa Geruduk DPRD Tulungagung

  • Whatsapp
Massa geruduk DPRD Tulungagung tolak isu faham radikalisme. (istimewa)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – TULUNGAGUNG – Simpatisan Aliansi Masyarakat Anti Radikalisme, Komunisme dan Terorisme (AMAR) datang berduyun-duyun memadati ruas jalan RA Kartini di depan Gedung DPRD Tulungagung.

Dalam aksi yang dilaksanakan pada Senin (03/08) siang tersebut, masa mendesak Pemkab Tulungagung memberangus potensi tumbuhnya faham radikalisme di wilayah Tulungagung, diikuti 6 tuntutan lain.

"
"

Baca Juga

"
"

Yakni, Mendorong Pemerintah melaksanakan tugasnya sesuai dengan amanat undang undang, Menegakkan Supremasi Hukum, Mendorong Pemerintah menolak segala bentuk Radikalisme, Komunisme dan Terorisme, Mengembalikan Ketentraman Kabupaten Tulungagung, Menarik Pasukan dari wilayah desa Tapan (Yayasan Imam Safii), Membubarkan Kombatpol dan Menuntaskan Proses Hukum Yayasan Imam Safii di desa Tapan.

Kepada Nusadaily.com, Juru Bicara aksi ini, Maliki Nusantara mengatakan, berdasarkan riset yang dilakukan pihaknya, ditemukan indikasi kabupaten Tulungagung menjadi lokasi penggodokan faham radikalisme.

Pihaknya menyebut, penembakan pelaku terorisme beberapa tahun lalu oleh Densus 88 di Kabupaten Tulungagung merupakan indikasi nyata atas apa yang ditemukan dalam risetnya. Oleh sebab itu pihaknya mendorong agar pemerintah memanfaatkan kekuatan yang ada untuk memastikan agar tidak timbul gejolak dan mengembalikan rasa aman masyarakat Tulungagung.

“Belajar pada pengalaman 2 tahun lalu, kami mendorong agar pemerintah dengan segala kemampuannya bisa mengembalikan rasa aman masyarakat,” ujarnya.

Antisipasi Ketegangan Masyarakat

Dikonfirmasi mengenai tuntutan AMAR yang meminta penarikan pasukan TNI-POLRI dari lokasi yayasan Imam Safii, Komandan Kodim 0807 Tulungagung, Letkol Inf Wilda Bahtiar memastikan, penyiagaan pasukan TNI-POLri dan Satpol PP di desa Tapan merupakan upaya antisipasi bersama untuk meminimalkan potensi terjadinya ketegangan antar masyarakat, bukan malah sebaliknya mendukung kelompok tertentu.

Wildan menyebut, isu tentang dukung-mendukung tersebut dihembuskan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, Bahkan pihaknya harus mengklarifikasi isu tersebut ke pimpinanya langsung.

“Jadi ada orang yang memfoto pasukan kita kemudian dihembuskan isu itu penjagaan untuk kelompok tertentu, padahal kita sama Polri dan Satpol PP siaga disnaa untuk mengantisipasi kericuhan yang berpotensi terjadi,” tegasnya.

Saat disinggung mengenai potensi radikalisme di Tulungagung, pihaknya sepakat dengan penolakan radikalisme. Walaupun sampai saat ini aksi nyata dari tindakan radikalisme di Tulungagung belum ditemukan namun, pihaknya bersama dengan Polri dan Pemkab terus menjalin kerja sama untuk mengantisipasi potensi berkembangnya Radikalisme, Komunisme dan faham-faham lain yang bertentangan dengan Pancasila.

“Walaupun gerakan dipermukaanya belum kita temukan, tapi kita terus berupaya untuk mengantisipasinya. Apalagi selama ini kita punya Babinsa yang terus melaporkan perkembangan di masing masing wilayah,” Pungkasnya. (fim/lna)

Post Terkait

banner 468x60