Telan Anggaran Rp 10 M, Smart City Kota Batu Belum Jadi Instrumen Konstruktif

  • Whatsapp
Kota Batu Smart City
Ketua Komisi C DPRD Kota Batu, Khamim Tohari mendorong Diskominfo untuk lebih inovatif dalam mengelola aplikasi smart city
banner 468x60

NUSADAILY.COM -KOTA BATU- DPRD Kota Batu menilai besarnya anggaran yang digelontorkan Pemkot Batu pada aplikasi layanan smart city tak sebanding dengan manfaat yang diberikan. Pemkot Batu mengucurkan anggaran sebesar Rp. 10 miliar pada APBD 2017 lalu.

Keinginan Pemkot Batu untuk mengelola program strategis tata kelola yang diintegrasikan dengan teknologi tak menunjukkan pengaruh signifikan. Padahal setiap tahunnya juga dialokasikan anggaran bernilai ratusan juta untuk biaya pengelolaan dan perawatan.

"
"

Baca Juga

"
"

Kesenjangan antara tujuan pembangunan dan strategi implementasi mengindikasikan belum memiliki kepedulian tinggi terhadap penggunaan kecenderungan data dan merangkul masyarakat untuk mengelola daerah.

Ketua Komisi C DPRD Kota Batu, Khamim Tohari memberikan rekomendasi kepada Diskominfo selaku instansi pengelola smart city. Politisi PDIP itu mendorong Diskominfo agar membuat terobosan agar aplikasi yang menjadi corong aspirasi warga ini memiliki peran konstruktif pada Kota Batu.

“Misal bikin kanal-kanal pengaduan, sosialisasi pencegahan penangganan Covid-19, dan pendataan untuk mendorong pemulihan ekonomi. Harapan kami smart city dengan anggaran besar, harusnya bisa mengakomodir semua kendala atau keluhan masyarakat supaya segera mendapat respon dari pemerintah,” papar dia.

Pemanfaatan smart city yang tepat guna menjadi kepanjangan tangan pemerintah hadir merespon persoalan aktual di tengah masyarakat. Ia mencontohkan, nasib petani yang hasil panennya tak bisa diserap pasar.

“Harusnya SC bisa mengakomodir untuk membantu pemasaran secara online dengan jangkauan lebih luas,” seru dia. (wok)

Post Terkait

banner 468x60