Satpol PP dan BNNK Mojokerto Razia Kamar Kos, Dapati Bukan Pasutri hingga Bong

  • Whatsapp
banner 468x60

NUSADAILY.COM – MOJOKERTO – Petugas gabungan Satpol PP dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Mojokerto melakukan razia kamar kos dan kontrakan. Terjaring empat pasangan bukan suami istri, kepemilikan sajam hingga alat sabu ikut diamankan.

Sebanyak empat pasangan bukan suami istri ini diamankan dari kamar kos yang berada di wilayah Kelurahan Meri, dan Lingkungan Ngaglik, Kelurahan/Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto.

Baca Juga

Kabid Trantib Satpol PP Kota Mojokerto Fudi Haridjanto menjelaskan penertiban dilakukan pada Selasa, 23 februari 2021 tak hanya merazia identitas penghuni kos. Tapi juga dilakukan tes urine terhadap para penghuni, antisipasi peredaran narkoba.

“Yang di kawasan Meri kita menemukan dua pasang, dan di Nganglik dua pasang bukan suaministri. Lalu dilakukanlah tes urine oleh BNNK,” jelasnya.

Tak hanya itu, dalam razia kali ini petugas juga mendapati sebuah alat hisap bong disalah satu kamar kos di Lingkungan Ngaglik. Alat itu diduga dipakai penghuni mengonsumsi barang haram.”Untuk pasangan yang itu (kedapatan bong) sudah ditangani BNNK,” tambahnya.

Hanya saja, terhadap pasangan bukan suami istri yang terjaring razia akan dilakukan pembinaan oleh pihaknya.

Bahkan, dalam razia itu petugas gabungan juga mendapati seorang penghuni kos menyimpan sajam. Sebilah pedang terbungkus rapi itu ditemukan di kamar kos milik Nurul Hidayat, 42, warga Desa/Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

Fudi mengaku, saat ini pihaknya akan melakukan interogasi guna mengetahui kegunaan sajam tersebut.”Katanya hanya untuk koleksi. Nanti akan kita perdalam apa kegunaannya. Kalau mengarah ke kejahatan akan dilaporkan ke pihak yang berwenang,” katanya.

Sementara itu, Kepala BNNK Mojokerto AKBP Suharsi mengatakan, dari sembilan penghuni kos yang dites urine, hasil keseluruhannya negatif. Namun demikian, pihaknya telah mengamankan satu alat hisap sabu.

Bong itu ditemukan dalam kamar milik pasangan suami istri.”Yang bersangkutan akan kita lakukan intervensi. Kalau memang pengguna, dia akan kita rehabilitasi,” pungkasnya.(din/aka)