RS Milik Bupati Jember Digeruduk Massa Tetangga Sekitarnya

  • Whatsapp
massa surat
Ratusan massa yang menggeruduk RS Bina Sehat. (nusadaily.com/Sutrisno)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JEMBER – Rumah Sakit Bina Sehat milik Bupati Jember Faida didatangi ratusan massa pada Jumat, 7 Agustus 2020.

Massa adalah keluarga dan sanak saudara dari almarhum Rosidi (61), warga yang tinggal berdekatan dengan rumah sakit, tepatnya Jalan Gajah Mada XIX, RT 04/ RW 08, Lingkungan Condro, Kelurahan/ Kecamatan Kaliwates.

"
"

Baca Juga

"
"

Aksi itu merupakan lanjutan dari peristiwa kericuhan antara pihak rumah sakit dengan sejumlah warga termasuk Ahmad Said Hidayad, salah seorang anak Rosidi pada Kamis, 6 Agustus 2020.

BACA JUGA: Warga Ancam Bongkar Makam Jika RS Milik Bupati Jember Tetap Bungkam

Jumlah massa kali ini lebih banyak lantaran merasa bersimpati dengan keluarga yang telah ditinggal mati Rosidi sejak Minggu, 2 Agustus 2020.

Dalam pantauan, ratusan orang berkumpul di pelataran rumah sakit yang berada di Jalan Jayanegara, Lingkungan Condro.

Massa bergerak karena rasa solidaritas keluarga dan sebagian diantaranya sesama anggota Barisan Serbaguna Nahdatul Ulama (Banser NU).

Said mengatakan, selama sejam lebih pihak rumah sakit belum ada yang menemuinya.

“Padahal, kami kesini mau tanya mengapa tadi malam tiba-tiba ada dokter ke rumah bawa surat bapak saya positif COVID-19?,” ujarnya.

Ada Kejanggalan

Surat tersebut dinilai janggal. Sebab, dikirim pada malam hari setelah siang kemarin, ia dan saudaranya ricuh dengan petugas medis dan Satpam RS Bina Sehat.

BACA JUGA: RS Milik Bupati Jember, Ricuh Lagi.. Ricuh Lagi..

Apalagi, Said mengungkapkan, surat dari RS Bina Sehat tanpa disertai nomor register dan yang bertanda tangan bidan bernama Yeni Dwi, Amd, AK.

Layang tersebut dilampiri sehelai dokumen berjudul ‘Data Pasien COVID-19 di Indonesia Tanggal 06 Agustus 2020’. Berisi tentang pengiriman sampel swab, dan hasil swab almarhum Rosidi positif terjangkit COVID-19 yang semuanya dilakukan pada saat yang sama.

Dokumen lampiran hasil swab positif COVID-19 yang diragukan warga. (nusadaily.com/Sutrisno)

Said menilai dokumen lampiran meragukan, karena memuat keterangan hasil swab. Menurutnya, RS Bina Sehat tidak mempunyai fasilitas PCR. Walaupun dicantumkan uji swab melalui RSD dr. Soebandi, namun dokumen lampiran tidak ada yang bertanda tangan dan tanpa kop surat.

“Saya warga biasa, tapi tahu swab tidak asal-asalan. Swab di Jember hanya ada di RSD dr. Soebandi dan RS Jember Klinik,” tuturnya.

Puluhan personil kepolisian terlihat berjaga di pintu masuk RS Bina Sehat. Sejumlah anggota TNI juga tampak berada di lokasi.

Sedangkan, massa masih menunggu keterangan dari pihak rumah sakit swasta tersebut. (sut)

Post Terkait

banner 468x60