Polisi Bakal Lakukan Otopsi Jika Ditemukan Tindak Pidana Meninggalnya Mahasiswa UIN Maliki Malang

  • Whatsapp
Kasatreskrim Polres Batu, AKP Jeifson Sitorus
banner 468x60

NUSADAILY.COM-KOTA BATU– Polres Batu menyelidiki penyebab meninggalnya dua mahasiswa UIN Maliki Malang saat mengikuti diklat UKM Pagar Nusa (Sabtu, 6/3). Diduga meninggalnya dua mahasiswa itu meninggal karena faktor kelelahan. Saat berjalan dari depan Predator Fun Park, Desa Tlekung menuju wanawisata Coban Rais melawati jalur yang menanjak.

Kedua mahasiswa yang meninggal bernama Miftah Rizki Pratama, asal Bandung dan M. Faizal Lathiful Fakhri asal Lamongan. Miftah meninggal di RSU Karsa Husada sedangkan Faizal diperkirakan sudah tak bernyawa saat dilarikan ke Puskesmas Karangploso.

Kasatreskrim Polres Batu, AKP Jeifson Sitorus mengatakan, pihaknya telah memberangkat pihak penyidik menemui keluarga Faizal di Lamongan. Hal ini untuk meminta keterangan guna proses penyelidikan.

“Untuk mendalami peristiwa ini, penyidik kita sudah berangkat ke sana. Meminta keterangan keluarga mendiang yang berada di Lamongan,” tutur Jeifson saat di Mapolres Batu (Senin, 7/3).

Jenazah Faizal langsung dipulangkan ke Lamongan saat itu (Sabtu, 6/3). Setelah menjalani pemeriksaan di Puskesmas Karangploso. Sehingga pihak kepolisian belum mendapat informasi apapun. Sedangkan korban asal Bandung, Miftah Rizki Pratama, polisi sudah menerima data dan informasinya. Pasalnya, jenazah Miftah masih berada di Kota Batu hingga Minggu sore (7/3).

“Kegiatan itu juga terkonfirmasi tidak memiliki izin dari kampus, pengelola wisata dan Polres Batu,” lanjut Jeifson.

Sementara itu, pihak keluarga Miftah Rizki Pratama, mahasiswa UIN Maliki Malang asal Bandung tak berkenan untuk dilakukan otopsi. Meski begitu, pihak kepolisian bersama keluarga mendiang Miftah membuat surat pernyataan yang berisi otopsi akan dilakukan jika nantinya ditemukan tindak pidana kekerasan.

“Jadi nantinya jika ada ditemukan tindak pidana maka makam jenazah akan dibongkar. Ini masih bergantung pada pengembangan penyelidikan. Begitu ditemukan tindak pidana, baru akan diotopsi,” papar dia. (wok/aka)