Plt Bupati Jember Sterilkan Fasilitas Negara dari Gambar Calon Petahana

  • Whatsapp
faida jember
Plt Bupati Jember KH Abdul Muqit Arief saat meminta ASN bersikap netral. (nusadaily.com/Sutrisno)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JEMBER – Foto dan nama Faida tidak akan terlihat lagi di semua fasilitas negara yang dalam tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Jember.

Pelaksana Tugas Bupati Jember KH Abdul Muqit Arief menegaskan bahwa dirinya menaati permintaan Badan Pengawas Pemilu yang disampaikan melalui surat.

Baca Juga

“Langsung ditindaklanjuti sejak hari ini. Secara bertahap ambulan desa yang ada gambarnya ibu (Faida) ditutup dengan lambangnya kabupaten,” terangnya, Jumat, 2 Oktober 2020.

Khusus pada mobil ambulan, Muqit telah memerintahkan kepala Dinas Kesehatan Jember Dyah Kusworini untuk segera melaksanakannya.

“Saya minta secepatnya. Saya minta Dinkes seperti itu, karena ambulan sangat dibutuhkan. Kalau tahu-tahu ada orang sakit bagaimana?,” tutur pria yang juga pengasuh Pondok Pesantren Al Falah, Silo itu.

Muqit telah berkomitmen dirinya bersikap netral dalam Pilkada. Netralitas juga diterapkan kepada sekitar 18.000 ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jember.

Sebelumnya, Bawaslu telah berkirim layang resmi kepada Muqit, Dinas Kesehatan, dan 421 orang sopir ambulan agar menutup atau mencopot gambar Faida, karena berstatus sebagai Cabup di Pilkada Jember 2020.

“Siapapun calon dilarang memakai fasilitas milik negara. Kami tutup gambar petahana di ambulan karena amanah PKPU nomor 4 tahun 2017,” tegas Ketua Bawaslu Jember, Imam Thobrony Pusaka.

Thobrony tidak gentar dengan segala bentuk upaya yang ingin menghambat penegakan aturan Pilkada. Alasannya, saat ini sudah masuk pada tahap kampanye yang berarti Bawaslu berwenang penuh melakukan penertiban.

“Kalau ada perlawanan, berarti menghalangi penyelenggara negara, maka konsekuensinya hukum,” tukas jebolan FISIP Universitas Jember itu.

Menurut dia, surat bertujuan sebagai upaya persuasif. Namun, jika usaha tersebut diabaikan, maka Thobrony menegaskan bahwa Bawaslu akan bertindak seperti yang dilakukan pada ambulan Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates pada Kamis, 1 Oktober 2020.

Seperti diketahui, Faida harus non aktif dari jabatan Bupati usai menggandeng Cawabup Dwi Arya Nugraha Oktavianto (Vian) untuk mencalonkan lewat jalur perseorangan. Hasil pengundian, Faida-Vian menjadi pasangan calon nomor urut 1.

Muqit yang berposisi sebagai Wakil Bupati akhirnya ditunjuk menjadi Plt Bupati oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa karena yang bersangkutan tidak ikut mencalonkan.

Sedangkan, kubu penantang ada dua pasangan yang diusung oleh gabungan atau koalisi partai politik.

Kandidat nomor urut 2, Cabup Hendy Siswanto dan Cawabup KH Muhamad Balya Firjaun Barlaman (Hendy-Gus Firjaun) diusung Partai NasDem, Gerindra, PKS, PPP, dan Demokrat.

Kontestan nomor urut 3, Cabup Abdus Salam dan Cawabup Ifan Ariadna Wijaya berangkat dari pengusung PDI-P, PKB, PAN, Golkar, Perindo, dan Berkarya. (sut)