Pemkot Malang Tracing Warga Tlogomas, Tambah Tiga Orang Positif Covid-19

  • Whatsapp
warga tlogomas
Warga Tlogomas ketika mengikuti swab antigen, Senin (17/5/2021).(Amanda Egatya/nusadaily.com)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – MALANG – Menindaklanjuti 18 orang warga Perumahan Bukit Hijau dan Permata Hijau RW 09, Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru yang terpapar Covid-19, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang langsung melakukan tracing. Mereka mengadakan swab antigen terhadap sejumlah anggota keluarga yang memiliki kontak erat.

“Rencananya, yang ikut swab antigen 30 orang. Tapi, sekarang sudah 40 orang lebih (yang ikut swab antigen) dari empat RT,” terang Wali Kota Malang, Sutiaji.

Baca Juga

BACA JUGA: Beredar Surat 17 Warga Tlogomas Terpapar Covid-19, Ini Tanggapan Dinkes Kota Malang

Berdasarkan testing yang dilakukan, ada tambahan tiga orang yang diketahui terkonfirmasi positif covid-19. “Jadi, totalnya bertambah 21 orang,” papar dia.

Meski demikian, dari delapan anggota keluarga yang melakukan isolamlsi mandiri, saat ini, tinggal beberapa saja yang tersisa.

“Hanya tinggal tiga keluarga saja yang mengikuti isolasi mandiri. Dalam satu keluarga, ada dua sampai lima orang,” kata dia.

Sampai saat ini, pihaknya masih mencari penyebab awal penularan Covid-19 tersebut.

“Hal ini penting agar tidak terjadi transmisi lain. Sejumlah warga yang terpapar, wajib dilaporkan, termasuk mutasi virusnya. Sehingga mampu dideteksi lebih cepat. Saya tidak ingin ada klaster berlebihan,” imbuh dia.

Apalagi, saat ini, Pemkot Malang sudah melakukan penutupan masjid selama 14 hari sebagai proses sterilisasi.

BACA JUGA: Warga Tlogomas Terpapar Covid-19 Bertambah Jadi 18 Orang

“Kalau tempat ibadah disini ditutup, jangan pindah ke tempat lain. Nanti, dikhawatirkan bisa menimbulkan potensi penyebaran baru. Ini yang harus dipahami masyarakat,” kata dia.

Pada kesempatan tersebut, ia mengimbau masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan tidak boleh teledor.

“Perlu diketahui, pandemi covid-19 masih belum berakhir. Protokol kesehatan harus benar-benar diterapkan,” tandas dia.

Diduga Berasal dari Warga Sekitar

Setelah mengetahui adanya penyebaran covid-19 di kawasan tersebut, Wali Kota Malang langsung meminta Dinkes dan perangkat Kecamatan dan Kelurahan untuk melakukan tracing.

“Awalnya, yang kena itu aktivitasnya dari rumah ke masjid saja. Namun, kami masih belum bisa memastika. Sebab, tracing masih terus dilakukan,” kata Sutiaji.

Sementara itu, menurut Lurah Tlogomas, Andi Aisyah Muhsin, semula, ada warga yang diketahui terpapar covid-19m

“Pada tanggal 10 Mei 2021, ada warga yang lapor, bahwa ada dua orang anak (orang dewasa) yang terpapar,” imbuh dia.

Sedangkan Ketua RW 09, Kelurahan Tlogomas, Adam Wiryawan menambahkan, kemungkinan, warga tersebut terpapar saat salat tarawih.

“Kemungkinan begitu, sebab, rata-rata yang terpapar adalah jamaah masjid,” pungkas dia.(nda/lna)