Kunjungi Korban Terdampak Gempa di Blitar, Khofifah: Identifikasi Kerusakan Harus Dipercepat

  • Whatsapp
Gubernur Jatim saat meninjau korban bencana di Tepas Kesamben Blitar
banner 468x60

NUSADAILY.COM – BLITAR – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengunjungi korban gempa di Desa Tepas Kecamatan Kesamben Kabupaten Blitar, Rabu 14 April 2021 siang. Dalam kesempatan itu, Khofifah meminta identifikasi kerusakan dipercepat.

“Saya telah berkunjung ke 3 daerah yang terdampak lebih signifikan daripada daerah lainnya. Selain itu juga sudah mengkomunikasikan dengam BNPB, bahwa untuk rumah yang rusak kategori berat akan mendapat stimulan bantuan Rp 50 juta diluar ongkos pengerjaannya, rusak sedang Rp 24 juta, dan ringan Rp 10 juta,” kata Khofifah kepada Nusadaily.com disela-sela kunjungannya.

Mantan Menteri Sosial itu menuturkan, untuk kategori rusak ringan dan sedang diseyogyakan swakelola, supaya lebih cepat. Sedangkan rusak berat sudah dikordinasikan dengan Pangdam dan Kapolda, kemungkinan nanti tim dari TNI/Polri akan dimaksimalkan untuk membantu percepatan pelaksanaan pembangunan.

“Nah, selama proses menunggu, diharapkan identifikasi kategori kerusakan rusak ringan, sedang, maupun berat. Baik rumah maupun fasum dan fasilitas khusus yang diharapkan segera diumumkan di RT, RW, dan balai desa. Supaya masyarakat terkonfirmasi bahwa rumahnya sudah tercatat,” jelasnya.

Untuk saat ini, tegas Khofifah, diharapkan percepatan validasi. Selama seminggu kedepan, masyarakat diminta memvalidasi apakah kategori kerusakannya seperti yang diumumkan.

Menurut Khofifah, meski dampak gempa di Kabupaten Blitar lebih ringan dari Malang dan Lumajanh, namun tidak boleh menganggap remeh. Adanya trauma healing atau trauma konseling, .enjadi penting. Masyarakat, utamanya anak-anak tidak boleh merasa traumatik. Oleh karena itu perlu terapi sosial psikologi.

“Saya memgajak relawan dari mana saja turun. Meski kita mengetahui bersmaa saat ini awal bulan Ramadan. Namun dimohon keguyuban, kegotong royongan, diseluruh elemen masyarakat Jawa timur,” imbuhnya.(tan/kal)