Kritik ke Bupati Jember Bikin Baper, Ketua PGRI Diperiksa Tiga Jam

  • Whatsapp
bupati jember
Supriyono, Ketua PGRI Jember yang mengkritisi Bupati Jember Faida hingga diperiksa inspektorat. (nusadaily.com/Sutrisno)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JEMBER – Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jember, Supriyono mengaku lontaran kritiknya ke Bupati Jember Faida telah membuat gerah sejumlah pihak, sehingga ia diperiksa Inspektorat Kabupaten berjam-jam.

Hal itu disampaikan usai Supriyono menjalani pemeriksaan oleh lembaga pengawas internal pegawai negeri sipil (PNS) tersebut dalam rentang pukul 09.00-12.00 WIB pada Selasa, 11 Agustus 2020.

"
"

Baca Juga

"
"

“Katanya inspektur, saya diperiksa karena ada yang baper (terbawa perasaan),” bebernya saat wawancara dengan nusadaily.com.

Supriyono menanyakan siapa gerangan yang baper, namun 3 orang inspektur yang memeriksanya tidak menyebut langsung pihak tersebut.

BACA JUGA: SK Bupati Jember Turunkan Pangkat, PNS Ramai-ramai ke Kantor Pemkab

“Ya mungkin Bupati sebagai pembina kepegawaian. Secara samar-samar disampaikan, ada yang baper itu. Kalau di pernyataan saya ada yang salah, ya monggo,” tegasnya.

Adapun yang disampaikan para inspektur terkait status akun facebook ‘Supriyono Pgri’ tanggal 2 Agustus 2020. Ada dua postingan yang dipersoalkan.

Tangkapan layar dua postingan status FB Ketua PGRI yang mengkritisi Bupati Jember.

Pertama, status Supriyono bertuliskan ‘Sebuah kesaksian tentang penerbitan SK kenaikan pangkat guru di Jember’ disertai salinan link YouTube berjudul ‘PGRI Sebut 4 Tahun Tak Ada Kenaikan Pangkat Guru’.

Kedua, status dengan tulisan bahwa “SK pangkat bagi guru selalu diajukan setiap periode yakni periode april dan periode oktober, april 2016 ,Oktober 2016 ( nihil )
April 2017 , Oktober 2017 ( nihil )
April 2018 , Oktober 2018 ( nihil )
April 2019 ,Oktober 2019 ( nihil )
April 2020 , Oktober 2020 ( ….. )
Lima tahun proses kenaikan pangkat hampir2 nihil , ya kalau besuk ada pembagian SK Guru … ya lumayan dari pada tidak sama sekali’.”

“Saya menjelaskan (kritik) itu sebagai amanah sebagai Ketua PGRI. Amanah untuk peningkatan kesejahteraan, lancar TPP, lancar pensiun, dan peningkatan profesionalisme guru,” urai Supriyono.

Ia memang sadar dan sengaja mengkritik tiadanya SK Kenaikan Pangkat terhadap ribuan guru di Jember selama hampir 5 tahun terakhir.

“Saya benarkan, postingan itu open public kok,” tutur mantan guru sekolah dasar yang kini dimutasi ke kantor kecamatan Jombang itu.

Post Terkait

banner 468x60