Hujan Sebabkan Genangan Tinggi, Ning Ita Langsung Cek Tiga Lokasi Pompa Air

  • Whatsapp
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari bersama suami Supriyadi Karima saat meninjau berfungsi atau tidaknya salah satu lokasi pompa air.
banner 468x60

NUSADAILY.COM – MOJOKERTOHujan deras yang mengguyur Kota Mojokerto hingga malam hari, yang menyebabkan genangan setinggi lutut di kawasan Jalan Majapahit. Membuat Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari bergerak cepat meninjau tiga rumah pompa air.

Baca Juga

Yakni, Rumah Pompa Air (RPA) Gajah Mada, RPA Bhayangkara, dan Pompa Portabel di GMSC.

Selain itu, Ning Ita sapaan akrabnya juga turun langsung melihat lokasi genangan disejumlah lokasi di Kota Mojokerto, Rabu, 20 Januari 2021 malam.

“Hujan mulai menjelang Maghrib tadi sangat deras. Rumah pompa saya perintahkan dihidupkan lebih awal. Saya monitor langsung ke beberapa rumah pompa dan pompa portable. Semuanya nyala dengan optimal,” ungkap Ning Ita.

Lebih lanjut pemimpin perempuan pertama ini, menjelaskan bahwa untuk menyedot air membutuhkan waktu sehingga genangan tidak bisa langsung surut.

“Kapasitas debit air yang tergenang memerlukan waktu untuk dipompa. Dan saya perintahkan dinas terkait menghitung kembali kapasitas optimal dan saluran alternatif untuk beberapa hari ke depan,” tegasnya.

Sementara, salah satu warga Ahmad Nur Qomari (22) mengatakan genangan air disepanjang Jalan Majapahit terjadi seringkali terjadi saat hujan deras dengan durasi panjang.

Menurut dia, selain curah hujan yang tinggi, hal ini juga disebabkan saluran air atau got di sepanjang Jalan Majapahit yang kurang berfungsi dengan lancar.

“Mungkin karena saluran air tidak begitu berfungsi dan bisa jadi karena tersumbat sampah,” tandasnya.

Nampak, saat terjadi hujan deras dan menyebabkan genangan setinggi lutut orang dewasa, membuat sejumlah pengendara roda dua yang melintas mengalami mogok. Bahkan, air juga sempat masuk di gang pemukiman warga.

Tidak ingin mengalami nasib sama, sebagian pengendara motor memilih putar balik mencari jalan alternatif. Sebagian mengakali dengan mematikan mesin dan menuntun motor sepanjang melintasi jalur jalan digenangi air hingga meneduh di pertokoan.(wok/aka)