Dibangun 3 Tahun Lalu, GOR Gajah Mada Belum Diserahkan ke OPD Pengelola

  • Whatsapp
banner 468x60

NUSADAILY.COM -KOTA BATU- Pemkot Batu mengucurkan anggaran bernilai fantastis untuk pembangunan GOR Gajah Mada yang telah diresmikan pada 2017 lalu. Anggaran yang dikucurkan untuk pembangunan GOR Gajah Mada sekitar Rp 28 miliar. Terlihat ironis, anggaran sebesar itu, tak sebanding dengan komitmen Pemkot Batu dan terkesan menghamburkan dana publik bila melihat kondisi GOR Gajah Mada saat ini.

Selama ini, fasilitas itu dijadikan venue pertandingan kejuaran dari berbagai cabang olah raga. Hanya saja, ditemukan sejumlah kerusakan di beberapa fasilitas dan dibiarkan terbengkalai tanpa adanya sentuhan perawatan dari Pemkot Batu. Tampak luarnya pun terkesan kumuh dengan dipenuhi semak belukar di sisi samping gedung dan coretan-coretan tangan jail yang tergurat di dinding.

"
"

Baca Juga

"
"

Sejak diresmikan 2017 lalu, gedung fasilitas olah raga itu tak pernah mendapat perawatan dari Pemkot Batu. Komisi C DPRD pun mencurahkan perhatiannya untuk mengetahui alasan tak terawatnya bangunan megah itu selama tiga tahun.

Ketua Komisi C DPRD Kota Batu, Khamim Thohari mengatakan, sejak rampung dibangun, gedung ini tak dilengkapi tandon air. Hal ini membuat pengelola gedung kerepotan untuk menyediakan kebutuhan air saat event-event olah raga digelar di tempat ini.

Untuk mencukupi kebutuhan air selama penyelenggaraan event, pengelola gedung mengambil air yang disambung dengan selang dari Taman Hutan Kota, tak jauh dari lokasi gedung.

Selain itu, fasilitas yang ada tak berfungsi. Seperti kran kamar mandi macet, lampu penerangan di luar gedung tak berfungsi, enam kaca jendela rusak, panel pompa rusak, genset rusak dan komponen akinya hilang.

Khamim Thorari, Ketua Komisi C DPRD Kota Batu mengatakan, hingga saat ini Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DKPP) selaku leading sektor belum melakukan serah terima ke Dinas Pendidikan selaku instansi yang mengelola aset itu. Gedung itu juga masuk dalam data inventarisir aset Pemkot Batu.

Belum adanya serah terima ke Dinas Pendidikan menjadi faktor tak terawatnya bangunan ini. Sehingga tak ada tanggungan anggaran perawatan di Dinas Pendidikan.

Tercatat 43 Aset Belum Diserahkan

Mengetahui hal itu, Komisi C akan memanggil Kepala DKPP, Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala BKD dalam agenda hearing. Sehingga, Khamim berharap bisa diserahkan ke Dinas Pendidikan sehingga bisa dianggarkan untuk biaya perawatan.

“Kami tanyakan kenapa tidak diserahkan dan mencari solusi bersama agar bisa mendapat perawatan,” kata Khamim saat melakukan peninjauan ke GOR Gajah Mada bersama seluruh anggota Komisi C DPRD Kota Batu.

Selain itu menurut Khamim ada 43 aset gedung bangunan yang belum diserahkan DKPP ke OPD yang berwenanng mengelola. Hal ini membuat ia bertanya-tanya. Harusnya proyek yang telah rampung sebisa mungkin segera diserahkan ke OPD pengelola.

“Lah ini ada apa kok masih belum diserahkan. Apa belum lengkap dokumen administrasinya atau masih belum melunasi pihak kontraktor,” kata Khamim terheran-heran.

Dindik Layangkan Surat ke DKPP

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu Eny Rachyuningsih hadir juga dalam kunjungan kerja Komisi C meninjau GOR Gajah Mada. Eny mengatakan pihaknya sudah dua kali melayangkan surat ke DKPP setahun lalu. Namun tak ada tanggapan hingga kini.

Surat tersebut mempertanyakan alasan belum diserahkannya GOR Gajah Mada dari DKPP ke Dinas Pendidikan. Di sisi lain, telah terbit SK Pengelolaan GOR Gajah Mada pada 25 Juni 2019. SK itu terkait pengalihan status penggunaan GOR Gajah mada yang dari DKPP ke Dinas Pendidikan. Eny pun masih bertanya-tanya kenapa hingga kini belum diserahkan, padahal sudah ada SK pada Juni 2019 lalu.

Ia berharap kepada Komisi C untuk bisa memediasi persoalan ini. Belum diserahkannya pengelolaan gedung membuat Dinas Pendidikan tak bisa menganggarkan biaya perawatan. Dan ia tak ingin nantinya muncul anggaran ganda perawatan gedung. Baik di DKPP dan Dinas Pendidikan.

“Intinya belum diserahkan dan kami tidak tahu kenapa. Sehingga kami tidak berhak menganggarkan biaya perawatan. Semoga Komisi C bisa memfasilitasi agar kami bisa mengalokasikan anggaran,” harap Eny. (wok/top)

Post Terkait

banner 468x60