Dampak PPKM Kabupaten Malang, 50 Persen Pengusaha Kuliner Gulung Tikar

  • Whatsapp
kadin malang
Ketua Kadin (Kamar Dagang dan Industri) Kabupaten Malang Priyo Sudibyo. (ist)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – MALANG – Masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berdampak pada nasib para pelaku usaha di Kabupaten Malang. Ketua Kadin (Kamar Dagang dan Industri) Kabupaten Malang Priyo Sudibyo mengatakan, sekitar 50 persen lebih anggota Kadin yang mempunyai usaha kuliner bakal gulung tikar.

Ada sekitar 38 pengusaha makanan yang membatalkan pengajuan kredit barunya. Sekitar 48 pengajuan, hanya ada 12 pengusaha yang disetujui kreditnya oleh pihak bank Permata sebagai perbankan yang bekerjasama dengan Kadin Kabupaten Malang.

Baca Juga

BACA JUGA: Bupati Malang: Perpanjangan PPKM Masih Tunggu Instruksi Pusat

“Padahal sudah dilengkapi Surat Keterangan Usaha (SKU) dari kelurahan, kami pikir itu dapat mempermudah mereka dalam pengajuan kredit sebagai salah satu persyaratannya. Kami memiliki anggota 60 orang pengusaha dan ternyata 38 malah ditolak bank, artinya itu 50% dari anggota kami akan gulung tikar,” tandasnya.

Lanjutnya, baru saja perekonomian masyarakat bergeliat dan tumbuh kembali, kebijakan PPKM merubah daya beli masyarakat lagi.

“PPKM di Kabupaten Malang sangat berdampak sekali, tingkat konsumsi masyarakat yang tadinya beranjak pulih kini mengalami penurunan lagi,” katanya.

Contohnya yang dialami pengusaha makanan. Adanya pembatasan pengunjung serta pemberlakuan jam malam juga sangat berdampak.

“Orang sudah tidak bisa jualan offline, jika berjualan online kan kalah dengan produk yang sudah punya nama besar sebelumnya karena sebagian besar anggota kami juga pengusaha makanan kecil kecilan,” ungkap pria yang juga menjabat sebagai ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Malang ini.

Diketahui, akhirnya banyak pengusaha kuliner yang gulung tikar. Ditambah lagi dengan tidak adanya kebijakan dari perbankan (remonisasi) untuk meringankan kredit bagi para pengusaha.

BACA JUGA: PPKM Diperpanjang, Wali Kota Malang Belum Dapat Surat Resmi

“Mereka banyak yang tidak mampu membayar cicilan, karena penghasilannya juga tidak menentu. Sedangkan kalau mengajukan cicilan baru, syaratnya cicilan yang lama harus selesai,” beber Priyo.

Untuk melakukan pelatihan usaha secara daring juga tidak memungkinkan. Karena para pengusaha anggota kadin perlu praktik. (aje/lna)