Berpotensi Ada Tsunami 20 Meter, BPBD Banyuwangi Segera Upgrade EWS

  • Whatsapp
ews banyuwangi
Pelabuhan Ikan Pancer, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi. (Image: Ahmad Suudi)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – BANYUWANGI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi segera melakukan upgrade Early Warning Sistem (EWS) atau sistem peringatan dini yang berada di sepanjang pesisir Pantai Selatan. 

Hal tersebut dilakukan seiring hasil kajian Institut Teknik Bandung (ITB) yang memprediksi bakal terjadi gempa megathrust di selatan Pulau Jawa, sehingga berpotensi terjadi tsunami setinggi 20 meter.

Baca Juga

BACA JUGA: Aduh! Ada Potensi Tsunami 20 Meter di Pantai Selatan, BMKG: Itu Ancaman Nyata

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Banyuwangi, Eka Muharram menyampaikan, dari 9 EWS yang terpasang di sepanjang pesisir selatan Banyuwangi, hanya dua unit saja yang masih berfungsi.

“EWS di Banyuwangi ada 9 unit yang terpasang. 7 diantaranya dalam kondisi rusak, dan yang masih aktif dan berfungsi ada dua unit. Yakni di Sanggar dan Muncar,” kata Eka saat dihubungi melalui telepon seluler, Sabtu 26 September 2020.

Tujuh EWS yang rusak tersebut, kata Eka, merupakan bantuan hibah dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). “Itu terpasang sejak Tahun 2013, kondisinya sudah tidak layak. Baik operasionalnya maupun jangkauannya. Sehingga harus diupgrade kembali,” ungkap Eka.

Tahun ini, BPBD sebenarnya sudah mengalokasikan anggaran untuk pengadaan EWS. “Tahun ini rencananya 3 unit yang akan kita pasang di Rajekwesi, Lampon, dan Grajagan,” sebutnya.

Hanya saja, akibat pandemi COVID-19 pengadaan EWS tersebut sempat tertunda. “Mudah-mudahan bisa segera direalisasikan. Sehingga tahun ini kawasan rawan bencana tsunami dengan resiko tinggi, 90 persen sudah terpasang,” imbuhnya.

Eka menambahkan, antisipasi bencana alam tsunami tidak hanya sekedar memasang EWS. Namun yang tidak kalah penting yakni kontinjensi bencana yang harus disiapkan secara matang.

“Kontinjensi meliputi rambu, jalur, dan tempat evakuasi ketika bencana datang. Termasuk juga bagaimana penanganan dan penanggulangannya,” jelas Eka.

BACA JUGA: Gawat! Kab. Malang Berpotensi Diterjang Tsunami Setinggi 20 Meter

Eka mengaku, BPBD sudah memasang rambu dan jalur sekaligus sejumlah tempat evakuasi. Diantaranya Desa Sarongan, Pesanggaran, Wuluagung, Sumberagung, Grajagan dan beberapa desa lainnya.

“Rencana kontinjensi secara blue print hitam diatas putih sudah siap. Meskipun biasanya saat bencana datang terjadi perubahan,” katanya. 

“Namun pada intinya, apa yang harus kita lakukan, siapa melakukan, bagaimana melakukan yang dirumuskan dalam rencana kontinjensi, pembagian tugasnya sudah siap,” imbuhnya.

Eka tetap mengimbau agar masyarakat tetap tenang. “Waspada harus, tapi jangan berlebihan. Kita juga sudah sering melakukan simulasi kebencanaan, sehingga masyarakat sudah memiliki bekal apa yang harus dilakukan ketika bencana datang,” tutupnya. (ozi)

Post Terkait

banner 468x60