Bawaslu Banyuwangi Terima Dua Laporan Dugaan Pelanggaran Netralitas ASN

  • Whatsapp
Bawaslu banyuwangi
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Banyuwangi terima dua laporan masyarakat atas dugaan pelanggaran netralitas ASN. (Ist)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – BANYUWANGI – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Banyuwangi menerima dua laporan masyarakat atas dugaan pelanggaran netralitas yang dilakukan oleh dua aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Banyuwangi. 

Kordiv Penindakan Bawaslu Banyuwangi, Joyo Adi Kusumo menyampaikan, laporan pertama yakni terkait dugaan pelanggaran netralitas oleh seorang Satpol PP yang mengkampanyekan atau melakukan tindakan yang menguntungkan/merugikan salah satu pasangan calon di media sosial. 

Read More

“Laporan sudah kami terima Hari Selasa dan kemarin sudah kita register. Yang dilaporkan adalah seorang ASN yakni Satpol PP yang bertugas di Kecamatan Genteng,” ungkapnya.

BACA JUGA: Bawaslu Banyuwangi Perlonggar Jumlah APK Tambahan Paslon

Menurut Joyo, sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN disebutkan bahwa ASN dilarang terlibat dalam politik praktis. Selain sanksi kode etik, sanksi pidana juga akan dikenakan. 

Ketentuan ini juga selaras dengan pasal 71 ayat 1 UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah. Dimana, pejabat negara, pejabat ASN, Lurah, Kepala Desa atau sebutan lainnya dilarang menyampaikan keputusan atau tindakan yang dapat menguntungkan atau merugikan calon tertentu. 

“Sanksinya juga pidana pemilu,” tegas Joyo.

Oleh sebab itulah, dalam penanganan dugaan pelanggaran netralitas ASN ini dilakukan oleh Bawaslu bersama kepolisian dan kejaksaan yang tergabung dalam Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu).

“Hari ini kita sudah ada mengklarifikasi pelapor dan dua saksi. Juga Ketua BKD kita jadwalkan sore ini untuk kita minta keterangan. Sementara terlapor akan kita klarifikasi hari jumat besok. Klarifikasi didampingi oleh Gakkumdu,” sebutnya.

Bawaslu, kata Joyo, memiliki waktu 5 hari melakukan kajian setelah dugaan pelanggaran tersebut diregrister. “Setelah diregrister ada waktu 5 hari untuk melakukan kajian, apakah itu pelanggaran atau tidak,” ujarnya.

BACA JUGA: Bawaslu Banyuwangi Dalami Dugaan Pelanggaran Kampanye oleh Paslon Nomor Satu 

Joyo menambahkan, untuk laporan kedua sama-sama kaitannya dengan dugaan pelanggaran netralitas ASN. Kali ini yang dilaporkan ialah salah satu pejabat di Bakesbangpol. 

Saat ini, Bawaslu masih melakukan kajian awal untuk menentukan apakah syarat formil dan materiilnya terpenuhi atau tidak. “Jadi belum diregrister laporan yang kedua,” tutupnya. (ozi)

Related posts

banner 468x60