Aktivis Desak Tindakan Tegas Hiburan Malam Ilegal

  • Whatsapp
Sejumlah aktivis mendatangi Kantor Satpol PP Kabupaten Pasuruan

NUSADAILY.COM – PASURUAN – Sejumlah aktivis mendatangi Kantor Satpol PP Kabupaten Pasuruan. Mereka mendesak aparat penegak peraturan daerah ini menindak tegas tempat hiburan malam ilegal yang menjamur di Kabupaten Pasuruan.

Keberadaan tempat hiburan malam, seperti cafe remang-remang, prostitusi di Tretes, kenyataan justru hanya dijadikan alat bagi oknum aparat untuk melakukan pungutan liar (pungli). Razia yang kerap dilakukan, hanya dilakukan secara sporadis dan tebang pilih.

“Pembiaran tempat hiburan malam dan prostitusi di Tretes sering dimanfaatkan oknum aparat mengutip pungli. Ini fakta yang terjadi namun tidak ada tindakan tegas kepada oknum nakal tersebut,” kata Lujeng Sudarto, Direktur Pusat Studi dan Advokasi Kebijakan (Pusaka).

BACA JUGA: Kepala Dispemasdes Jember Sedang Pimpin Rapat Malah Santer Dikabarkan Diganti Asisten II

Ia menyebut, keberadaan lokalisasi Tretes justru dimanfaatkan oknum aparat untuk memalak para mucikari menyetor dana rutin sebagai pengamanan. Namun para oknum ini lepas tangan ketika aparat hukum merazia para pekerja seks komersial (PSK).

“Kami menerima keluhan dari mucikari yang sudah menyetor dana pengamanan jutaan rupiah, tetapi masih juga kena razia,” tandasnya.

Menurutnya, Pemkab Pasuruan harus melakukan tindakan tegas dengan menutup lokalisasi atau justru melegalkanya. Hal ini untuk menghindari praktek ilegal dari oknum aparat terhadap kawasan hiburan malam yang ilegal.

“Opsinya prostitusi Tretes ditutup atau dilegalkan. Kalau ditutup, harus disiapkan jaring pengaman sosial bagi stake holder yang terdampak,” tegasnya.

BACA JUGA: Tekan COVID-19, Warga Masuk Probolinggo Harus Jalani Rapid Test Antigen

Kepala Satpol PP Kabupaten Pasuruan, Bakti Jati Permana menyatakan bahwa Pemkab Pasuruan tidak akan penutupan lokalisasi Tretes karena memang tidak pernah membukanya. Pihaknya menyangkal jika selama ini melakukan tebang pilih razia wisma PSK di Tretes.

“Operasi yang kami lakukan memang kerap bocor, sehingga kami harus melakukannya dengan cermat. Informasi yang bocor ini juga berasal dari oknum petugas,” katanya.

Operasi yang dilakukan, lanjut Bakti, sebagai upaya penertiban gangguan ketentraman dan ketertiban masyarakat. Sehingga upaya Pemkab Pasuruan mewujudkan Tretes sebagai kawasan wisata keluarga bisa segera terwujud. (oni/kal)