Ada Legislator Jember yang Bogem Warga, Psikiater Jelaskan Tentang Lepas Kendali

  • Whatsapp
dodik jember
Anggota DPRD Jember berinisial IB diduga memukul Ketua RT yang menegur kendaraan ngebut.(ist)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JEMBER – Baru-baru ini Kabupaten Jember digegerkan dengan insiden yang berujung pengaduan terhadap dugaan kasus penganiayaan melibatkan seorang legislator anggota DPRD Jember berinisial IB, dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Sang politikus dilaporkan ke polisi atas tuduhan telah bertindak konyol melayangkan bogem mentah kepada Dodik Wahyu Irianto, Ketua Rukun Tetangga (RT) di Perumahan Bernady Land Cluster Gardenia, Lingkungan Puring, Kelurahan Slawu, Kecamatan Patrang.

Baca Juga

Menurut Dodik, pemukulan dilakukan secara spontan oleh IB. Gara-garanya, Dodik menegur IB yang mengemudi mobil terlalu kencang ketika masuk dan hendak keluar dari dalam kawasan perumahan. Bahkan, ada bumbu pernyataan dominatif dari IB, yakni akan menjadikan Dodik ‘peyek’.

Apabila penuturan Dodik benar adanya, berarti perilaku IB yang sekonyong-konyong memukul orang, dalam psikologi dikategorikan sebagai lepas kontrol. Justina Evy, psikiater dari RSD dr. Soebandi memberi memaparkan tentang sebab-sebab orang kehilangan kendali diri.

Menurut dia, kondisi lepas kontrol diri bisa saja terjadi pada siapapun tanpa mengenal strata sosial. Penyebabnya juga bermacam-macam, dan salah satunya adalah dipengaruhi suasana hati dalam diri seseorang.

“Sedang mempunyai perasaan tidak nyaman yang mungkin karena masalah psikologis. Tidak dapat secara langsung menyampaikan perasaan tersebut,” papar Justina saat dimintai pendapat oleh nusadaily.com, Selasa, 2 Pebruari 2021.

Sikap emosional yang tidak terkendali membuat orang lupa diri dengan situasi maupun status sosial atau jabatan yang sedang disandang selaku pejabat publik sekalipun. Tatkala kondisi demikian, bahkan terjadi kecenderungan melupakan dampak dari perilakunya.

“Pada saat perasaan tidak nyaman maka pikiran dan perilaku akan hanya fokus pada perasaan. Sehingga, kenyataan yang berhubungan dengan morma etika jabatan menjadi tertutup,” lanjut Justina.

Secara khusus, Justina menyampaikan saran agar dapat terhindar dari perilaku berlebihan seperti kehilangan kendali diri. Ada baiknya, kita juga mengetahui tanda-tanda saat akan mengarah ke perbuatan yang bisa merugikan orang lain.

“Supaya tidak lepas kontrol, maka kita harus selalu dalam kondisi sadar dan mengerti paham tentang diri sendiri. Terutama apa yang saya rasa, dan apa yang saya pikir? Sehingga, perilaku dapat kita kendalikan,” pungkasnya.

Sedangkan secara terpisah, polisi tengah menyelidiki tentang pelaporan Dodik yang merasa sebagai korban tindak kekerasan oleh IB.

“Masih dalam proses,” terang Kepala Kepolisian Sektor Patrang, Ajun Komisaris Polisi Solikin Agus Wijaya usai memastikan adanya pengaduan dari Dodik pada Senin, 1 Pebruari 2021.

Adapun IB, belum sementara ini belum bersedia berkomentar terkait tuduhan yang dialamatkan kepadanya. (sut)