160 Ribu Vaksin Sudah Ludes, Bupati Jember Minta Tambah Lagi ke Gubernur Jatim

  • Whatsapp
Penjelasan Bupati Jember, Hendy Siswanto kepada media setelah rapat koordinasi via zoom dengan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. (nusadaily.com/ Sutrisno)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JEMBER – Sekitar 160.000 warga kabupaten Jember telah mengikuti vaksinasi COVID-19 hingga akhir Juni 2021. Sementara ini belum bisa dilakukan vaksinasi lanjutan karena stok vaksin sudah sangat menipis.

“Kita kehabisan stok, mungkin tinggal 300-an vaksin,” kata Bupati Jember, Hendy Siswanto kepada media usai rapat koordinasi via zoom dengan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Kamis, 1 Juli 2021 tengah malam.

Agar bisa melanjutkan program vaksinasi, Bupati Hendy memerintahkan Dinas Kesehatan untuk membuat laporan dan meminta tambahan jatah vaksin lagi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Kita jemput bola kesana. Karena ini masih jauh dari keinginan untuk vaksinasi kepada seluruh masyarakat Jember,” tutur Bupati Hendy.

Target vaksinasi untuk Kabupaten Jember adalah minimal mencapai 1,7 juta warga atau sekira 70 persen dari total penduduk yang jumlahnya sebanyak 2,5 juta jiwa.

Pemkab Jember bakal mempercepat vaksinasi apabila segera mendapat jatah vaksin tambahan. Gambaran percepatan adalah meningkatkan jumlah warga yang disuntik vaksin, yakni dari semula hanya 8 ribu menjadi 44 ribu per hari.

Gubernur Khofifah dalam kesempatan itu menekankan perlunya evaluasi terhadap pelaksanaan vaksinasi agar tidak lagi di tempat yang justru dapat menimbulkan kerumunan massal seperti mall.

“Supaya dapatnya mengotimalkan tempat-tempat yang dekat dengan masyarakat. Misalkan, kantor kecamatan, Puskesmas, dan balai-balai desa,” urainya.

Disamping itu, Gubernur Khofifah memerintahkan supaya Bupati dan Walikota bersiap dengan rencana pemerintah menerapkan teknis baku tentang PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) darurat.

Sampai sekarang pemerintah masih membahas format pelaksanaan PPKM darurat. Namun, untuk sementara yang berlaku di Kabupaten Jember dapat dicontohkan semisal penyekatan pada desa/ kelurahan zona merah dan larangan kegiatan ramai diatas jam 8 malam.

Kapolres Jember, AKBP Arif Rachman Arifin mengatakan, personilnya menjaga ketat untuk kawasan yang disekat serta secara rutin menggelar patroli penutupan tempat keramaian setiap malam.

Bahkan, alun-alun kota Jember yang biasanya dikunjungi warga sudah disterilkan sejak beberapa hari belakangan tanpa diperkenankan aktivitas dalam bentuk apapun.

“Langkah penertiban sesuai dengan surat edaran Bupati Jember. Sambil kita persiapan untuk menunggu keputusan pemerintah lebih lanjut,” sebutnya. (sut/kal/adv)