1.070 Rumah dan 70 Fasum di Kabupaten Malang Terdampak Gempa

  • Whatsapp
BPBD
Seorang warga melintas di depan bangunan sekolah yang rusak akibat gempa di SMK Negeri 1 Turen, Malang, Jawa Timur, Sabtu (10/4/2021). ANTARA FOTO/Bayu/aww.
banner 468x60

NUSADAILY.COM – MALANG – Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malang bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang terus melakukan pendataan terhadap rumah dan fasilitas umum (fasum) yang terdampak gempa. Hingga Minggu (11/4/2021) siang, tercatat ada 1.070 rumah dengan ribuan jiwa dan 70 Fasilitas Umum (Fasum).

“Kami terus update, hingga siang ini ada 1.070 rumah dan 70 fasum yang rusak, yang terdiri dari kantor pemerintah, fasilitas kesehatan, tempat ibadah dan sekolah yang mengalami kerusakan mulai ringan. Sampai sedang, ini pendataan terus kami lakukan,” kata Sekretaris PMI Kabupaten Malang, Aprilianto.

Read More

April merinci, dari 1.070 rumah tersebut, sebanyak 36 rumah mengalami rusak berat, 880 rumah mengalami rusak sedang dan 224 rumah mengalami rusak ringan. Sementara, jumlah jiwa terdampak, tercatat sebanyak 5.350 jiwa tersebar di 22 Kecamatan di Kabupaten Malang.

“Korban meninggal dunia ada tiga orang, untuk luka berat ada lima orang, dan luka ringan enam orang, ini masih bisa tambah,” papar dia.

BACA JUGA: Gempa Malang: Korban Meninggal 8 Orang, Bangunan di 13 Wilayah Rusak

April menjelaskan, tiga orang yang meninggal dunia itu, antara lain Munadi (99) warga RT 12 RW 3 Dusun Sidodadi, Desa Wirotaman, Imam warga RT 32 01 Desa Sidorenggo. Serta, Misni (53) warga Dusun Krajan RT 01 RW 01 Desa Tamansari. Ketiganya Kecamatan Ampelgading.

Sementara, lima korban luka berat antara lain, Bambang Ponidi warga RT 14 RW 03, Subandi warga RT 15 RW 04 kedua warga Dusun Sukodadi Desa Wirotaman Kecamatan Ampelgading.

“Kemudian, ada Sarmila (19) warga RT 1 RW Desa Sidoluhur Kecamatan Lawang, dan Sulastri warga jalan Sunan Kalijaga RT 13 RW 03 Kasin Sepanjang Kecamatan Gondanglegi, serta Indahyani warga RT 18 RW 3 Dusun Sumberbendo, Desa Pringgodani, Kecamatan Bantur,” tandas dia.

Kecamatan Ampelgading Paling Parah

Camat Ampelgading, Achmad Sovie N mengungkapkan, wilayah yang dipimpinnya terdampak gempa bumi paling parah. Namun, masing-masing desa, memiliki kategori ringan, sedang dan berat.

“Yang paling parah adalah Desa Wirotaman, dengan jumlah kerusakan, rusak berat 117 rumah, sedang 119 rumah, dan ringan 103 rumah. Korban meninggal dunia satu orang,” papar dia.

Sementara, untuk keseluruhan Kecamatan Ampelgading, korban meninggal ada tiga orang, di tiga desa, yakni Desa Sidorenggo, Desa Tamanasri, dan Desa Wirotaman, yang sudah dimakamkan, kemarin.

“Saat ini, kondisi masyarakat masih trauma, masih ketakutan. Kami membuatkan tenda, dibangun tenda di samping. Mereka masih trauma jika tinggal di rumah,” papar dia.

BACA JUGA: BPBD Kota Batu Deteksi Kerusakan Akibat Gempa Sembilan Titik

Bahkan, pihaknya juga sudah menyiapkan Balai Desa dan tempat lainnya sebagai tempat pengungsian warga.

“Kami sudah siap semua. Itu dilakukan secara bertahap. Sudah disiapkan di Balai Desa, dan beberapa tempat lainnya. Bantuan logistik juga sudah kami berikan ke warga,” pungkas dia.(nda/lna)