Mantan Bupati Sumenep Ini Nilai Cabup Fauzi Lebih Memberikan Harapan

  • Whatsapp
KH. Ramdlan Siradj, saat dikonfirmasi awak media di Hotel Utami usai debat putaran kedua Pilbup Sumenep 2020.
banner 468x60

SUMENEP – Mantan Bupati Kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur KH. Ramdlan Siradj, menilai program Achmad Fauzi sebagai Calon Bupati Sumenep di Pemilihan Bupati (Pilbup) 9 Desember 2020 mendatang lebih memberikan harapan yang lebih baik.

Baca Juga

Bahkan, mantan Bupati dua periode tersebut acungkan jempol terhadap program yang berpusat pada potensi Sumenep dalam memberikan harapan yang lebih baik bagi masyarakat Sumenep.

“Ya lebih memberikan harapan yang lebih baik. Pada prinsipnya, kepemimpinan itu sebuah estafet. Pemimpin sebelumnya sudah melakukan estafet itu, dan melakukan upaya-upaya terbaik. Saat ini kita tinggal melakukan hal-hal yang mungkin kurang, itu perlu disempurnakan,” tuturnya pada sejumlah media usai debat putaran kedua Pilbup di Hotel Utami, Senin 23 November 2020, malam.

Diketahui, KH. Ramdlan Siradj terlihat hadir mendukung Achmad Fauzi di forum debat putaran kedua.

Disinggung soal konsep debat yang menggunakan bahasa Madura disesi terakhir. Dirinya menjelaskan bahasa daerah sebagai bahasa lokal perlu untuk tetap dirawat dan dijaga.

“Tentu kedepan kita terus mengupayakan menjaga bahasa daerah itu. Persoalan terkikisnya bahasa daerah sebagai bagian dari bahasa lokal itu memang ada kecenderungan. Makanya ini merupakan upaya untuk tetap dilestarikan,” ungkapnya.

Bahasa Madura Mulai Terkikis

Menurut pengasuh Pondok Pesantren Nurul Islam Karang Campaka, Bluto, Sumenep tersebut, bahasa Madura yang kini mulai terkikis dengan bahasa campuran atau kontemporer bahasa Indonesia. Juga bisa dilihat dari aspek sosial dari perilaku kehidupan masyarakat.

“Sebab tidak hanya bahasanya, tetapi juga menyangkut aspek perilaku dan lainnya. Apalagi Sumenep-Madura ini Solonya Madura. Ini yang harus pertahankan bagaimanapun harus dijaga,” ungkapnya.

Kiai Ramdlan mengakui bahwa Sumenep yang memiliki bahasa terhalus ketimbang tiga Kabupaten lain di Madura. Lebih bisa diperbaiki dari sektor pendidikan di Sumenep.

“Di Sumenep ada (Nabara, pembinaan bahasa Madura_red) itu ngelink dengan lembaga pendidikan. Ya kuncinya ada di Dinas Pendidikan. Di Sumenep, sukunya tidak hanya Sumenep, tapi banyak. Pastinya memiliki bahasa yang berbeda,” jelasnya.

Untuk itu, pihaknya berharap kedepan cabup Achmad Fauzi bisa lebih memberikan harapan bagi masyarakat. Dalam kemakmuran kota berlambang Kuda Terbang tersebut. “Pak Fauzi ini lebih bisa memberikan harapan kedepan,” pungkasnya. (nam/aka)

Post Terkait

banner 468x60