Putaran Terakhir

  • Whatsapp
banner 468x60

tuak nira

Oleh: Hilmy Q Widaad

Di atas tikar, duduk melingkar sama rata.

Malamku dirundung bingung,

yang, sama sekali tak memeka kantuk.

Biar mata terpejam,

pikiran ini serupa burung, terus terbang-hinggap

pada dahan dan reranting pohon tumbang:

penggusuran lahan, pembangunan, jalanan, pesisir,

dan barangkali, memungut sekelumit kisah cinta yang berserakan,

menafikan segala perkara yang mengharuskanku untuk berseragam.

Aku telah merasakan siksa,

saksi mata Tuhan Yang Maha Esa.

(Babat, 2020)

Penulis adalah mahasiswa jurusan Sastra Inggris UIN Malang