Ketika Corona

  • Whatsapp
Ilustrasi (Reuters)
banner 468x60

Puisi: Noorca M. Massardi

Ketika datang ke negeri China
Corona bukan nama bawa pesona
Ia menabur bala melepas bencana
Tak terduga atau mungkin direncana

Baca Juga

Ketika wabah melanda Wuhan
Lalu ke tetangga yang tak berjauhan
Ada yang menuduh Tentara Tuhan
Mengadzab negara tidak bertuhan

Ketika berular atau berkelelawar
Virus menyebar tak bisa ditawar
Sulit sungguh mencari penawar
Korban terkapar dan menggelepar

Ketika wabah makin mengganas
Batuk dan bersin tubuh memanas
Paru-paru dihajar tewas mengenas
Negara pun bertindak trengginas

Ketika virus menyebar di muka bumi
Derita menerkam anak istri suami
Badan dunia menetapkan pandemi
Maka covid-19 menjadi nama resmi

Ketika ditutup kota dan negara
Rumah kantor dikarantina sementara
Jaga jarak dan cuci tangan segera
Memutus rantai tular kembara

Ketika corona bukan sekadar nama
Ia memburu nyawa opa dan oma
Sebagai sasaran yang paling utama
Dianggap hama hidup terlalu lama

Ketika negara tak cukup anggaran
Menanggung beban kesejahteraan
Membayar layanan dan pengobatan
Para tua renta harus dimusnahkan

Ketika manusia ingin menjadi Tuhan
Pakar fabrikan vaksin obat-obatan
Demi anggaran tujuan masa depan
Mereka putuskan siapa disingkirkan

Ketika ketakutan jadi pembantaian
Demi kerakusan dan niat penjajahan
Maka terbuka kedok dan komplotan
Serta kejahatannya yang dihalalkan

Ketika corona bukan sekadar nama
Dunia menyatu dan merasa sama
Duka derita pun ditanggung bersama
Ikhtiar dan berdoa dalam Satu Asma

Ketika corona akhirnya binasa
Hidup tak boleh seperti biasa
Bumi harus selalu diberi jeda
Nikmati senyap dan menjadi muda
Untuk segala usia kita berada
Untuk segala bangsa Tuhan pun Ada

220320

Post Terkait

banner 468x60