Minggu, Juli 3, 2022
BerandaOpinionPoemAmbang Batas

Ambang Batas

Puisi-puisi Listya

Menanti jatunya tetesan embun
Menengada diantara kesunyian malam
Menerawang angan yang
Temaram

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Serasa abu abu
Suka dan duka
Tangis bahagia berkecamuk
Tawa mendera bahagia

Selembar kertas putih
Berlogo garuda
Berisi makna keberhasilan
Penantian diambang batas keberhasilan
Wujud darma baktimu

Baca Juga: Perempuan dalam Puisi

Namun langkah masih panjang
Perjalan hidup terus berputar
Bak baling baling bambu
Pengayuh air turbin
Isi pun tak sama
Begitu indah bila Tuhan menakar ,mengukur dan berkehendak

Ada sisi lain yang mengisi hidup mu
Kasih bunda dan sahabat
Dalam dekapan doa
Berbalut riang dalam kasih bersua yang tak harus terlupakan
Walau batas penantian
Susah dalam gengaman

Untuk sahabat terbaik, Mei.

Baca Juga: Puisi Puisi Dono Sunardi

BERITA KHUSUS

Berkunjung ke Kota Batu, Sandiaga Uno Buka Workshop Minuman Kekinian Pelaku UMKM

NUSADAILY.COM-KOTA BATU – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno berkunjung ke Balai Kota Among Tani, Kota Batu (Rabu, 29/6). Sandiaga membuka acara...

BERITA TERBARU

Polisi Imbau Pemotor Tak Pakai Sandal Jepit Saat Berkendara, Kalau Pengemudi Mobil Gimana?

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Beberapa waktu lalu muncul imbauan dari polisi kepada pengendara sepeda motor agar tidak menggunakan sandal jepit saat berkendara. Alasan dilarang...

Puisi-puisi Listya

Menanti jatunya tetesan embun
Menengada diantara kesunyian malam
Menerawang angan yang
Temaram

Serasa abu abu
Suka dan duka
Tangis bahagia berkecamuk
Tawa mendera bahagia

Selembar kertas putih
Berlogo garuda
Berisi makna keberhasilan
Penantian diambang batas keberhasilan
Wujud darma baktimu

Baca Juga: Perempuan dalam Puisi

Namun langkah masih panjang
Perjalan hidup terus berputar
Bak baling baling bambu
Pengayuh air turbin
Isi pun tak sama
Begitu indah bila Tuhan menakar ,mengukur dan berkehendak

Ada sisi lain yang mengisi hidup mu
Kasih bunda dan sahabat
Dalam dekapan doa
Berbalut riang dalam kasih bersua yang tak harus terlupakan
Walau batas penantian
Susah dalam gengaman

Untuk sahabat terbaik, Mei.

Baca Juga: Puisi Puisi Dono Sunardi

Kikis Habis (1)

Serasa titipkan doa doa pada anak didik
Kala pagi berdikir bersama
Memohon pada Tuhan
Berkah beriman

Berharap restu ibu dan guru
Melantun merdu tertatih
Dalam ejaan lafat
Kadang tak mengerti makna dalam tulisan
Namun tulus membaca

Inikah langkah awal dari harapan
Atau sekedar garis kokoh
Dalam kebijakan
Serta tata aturan yang dijalani
Mencari warna diri

Baca Juga: Puisi Hari Pendidikan Nasional

Bukan mau kita menjalini
Namun ketekunan hati
Mampu menjaga diri
Untuk berdiri
Pada rel rel yang murni

Melatih pikiran
Melatih hati
Melatih prilaku
Dengan bimbingan kalam Ilahi

Sebagai tameng ambisi
Untuk hadapi kenyataan
hidup dalam dunia fanah
raih masa depan yang nyata .

Listya, Ramadan 22

Baca Juga: Puisi Mbeling Joko Pinurbo Berjudul Dangdut

Kikis Habis (2)

Serasa titipkan doa doa pada anak didik
Kala pagi berdikir bersama
Memohon pada Tuhan
Berkah beriman

Berharap restu ibu dan guru
Melantun merdu tertatih
Dalam ejaan lafat
Kadang tak mengerti makna dalam tulisan
Namun tulus membaca

Inikah langkah awal dari harapan
Atau sekadar garis kokoh
Dalam kebijakan
Serta tata aturan yang dijalani
Mencari warna diri

Bukan mau kita menjalini
Namun ketekunan hati
Mampu menjaga diri
Untuk berdiri
Pada rel-rel yang murni

Melatih pikiran
Melatih hati
Melatih prilaku
Dengan bimbingan kalam Ilahi

Sebagai tameng ambisi
Untuk hadapi kenyataan
hidup dalam dunia fana
raih masa depan yang nyata .

Listya, Ramadan 22

Sulistyaningsih, M.Pd. adalah guru mata pelajaran Bahasa Indonesia SMP Negeri 1 Pakisaji, Malang.