Kamis, Desember 9, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaOpinionMerdeka Belajar Kampus Merdeka: Bagaimana Implementasinya?

Merdeka Belajar Kampus Merdeka: Bagaimana Implementasinya?

Oleh: Dr. Sulistyani, M.Pd.

Pada era sekarang ini tentunya semua orang menyadari bahwa ada banyak hal yang telah berubah. Perubahan itu terjadi sangat cepat termasuk perubahan terkait dengan bentuk pembelajaran di perguruan tinggi.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Terlepas dari faktor teknologi, perubahan bentuk pembelajaran adalah berawal dari temuan bahwa ada banyak sekali lulusan perguruan tinggi yang mendapatkan pekerjaan yang tidak sesuai dengan bidang keahlian yang mereka pelajari di perkuliahan.

Kondisi seperti itu tentunya dapat diprediksi seberapa dalam para lulusan tersebut menguasai pekerjaannya.

Jika sudah begitu imbasnya tidak hanya posisi pekerjaan yang didapatkan yang tidak memuaskan dalam arti kurang diharapkan tetapi juga kualitas hasil kerja yang mungkin bahkan menurun.

Baca Juga: Puisi Mbeling Joko Pinurbo Berjudul Dangdut

Menyadari akan hal tersebut pemerintah melalui kemendikbud senantiasa mencari cara untuk meningkatkan pelayanan Pendidikan terhadap mahasiswa. Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) adalah salah satu solusinya.  

MBKM yang sekarang ini sedang digalakkan  oleh Menteri Pendidikan dan kebudayaan yaitu Nadiem Anwar Makarim dianggap mampu mengatasi permasalahan tersebut di atas.

MBKM merupakan program yang digagas oleh menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Melalui program ini mahasiswa didorong untuk belajar dan menguasai berbagai ilmu pengetahuan dan ketrampilan yang mereka minati untuk dapat dengan lebih siap memasuki dunia kerja.

Baca Juga: Hikmah di Balik Kisah Studiku

MBKM merupakan program yang menberikan kebebasan kepada mahasiswa untuk mengambil mata kuliah pada prodi yang berbeda di kampus yang sama. Atau pada prodi yang sama di kampus yang berbeda, pada prodi yang berbeda di kampus yang berbeda dan/atau belajar di luar kampus.

Banyak orang yang memiliki kesalahpahaman terhadap MBKM. Ada yang sering mengatakan bahwa MBKM merupakan kurikulum baru sehingga mereka sering menyebut kurikulum MBKM.

Sekilas memang tampak benar namun lebih tepatnya bahwa MBKM merupakan bentuk kegiatan belajar yang meliputi 8 sub kegiatan dimana program studi dapat memilih beberapa yang mendukung profil lulusan.

Baca Juga: Apa yang Harus Diketahui dalam Bermedsos dengan Facebook?

8 bentuk kegiatan tersebut adalah pertukaran pelajar, magang, asistensi mengajar di sekolah, penelitian, proyek kemanusiaan, kegiatan wirausaha, studi/ proyek independent, dan  membangun desa/Kuliah kerja nyata tematik.

Jadi kurikulum yang digunakan adalah kurikulum program studi yang mengacu pada KKNI SN Dikti yang disesuaikan dengan MBKM.

Capaian pembelajaran lulusan minimalnya adalah capaian pembelajaran lulusan SN Dikti yang meliputi CPL sikap, dan keterampilan umum. Ditambah dengan keterampilan khusus dan pengetahuan yang dirumuskan oleh program studi. Sekali lagi, MBKM bukan nama kurikulum.

Baca Juga: Persahabatanku Tak Lekang oleh Ruang dan Waktu

Melalui MBKM mahasiswa memiliki hak belajar di luar prodinya selama 1-3 semester. Untuk memprogram hak belajar ini mahasiswa harus memenuhi persyaratan antara lain misalnya dengan IPK minimal yang ditentukan oleh universitas. Tidak memiliki nilai D dan E, sehat jasmani dan rokhani, diijinkan oleh orang tua, dan disetujui oleh dosen penasihat akademiknya.

Untuk keperluain ini maka dilakukan seleksi setelah diadakan sosialisasi. Setelah selesai satu bentuk kegiatan mahasiswa diperkenankan mengambil bentuk kegiatan pembelajaran yang lain.

Mahasiswa yang memprogram kegiatan belajar MBKM akan didampingi oleh seorang dosen pendamping dari prodinya dan seorang mentor/supervisor dari mitra.

Dosen dan mentor ini akan mengarahkan mahasiswa dalam pelaksanaan kegiatan sampai memproses penilaiannya. Namun untuk merekognisi kegiatan belajar ke mata kuliah akan dilakukan oleh tim kurikulum dengan mempertimbangkan relevansi antara kegiatan belajar mahasiswa dengan mata kuliah tertentu.

Dan dengan menghitung jam kegiatan belajar yang ditempuh mahasiswa maka dapat ditemukan berapa SKS yang didapat oleh mahasiswa. Jadi, SKS yang dimaksud disini adalah jam kegiatan belajar mahasiswa dimana mahasiswa berhak mendapatkan hingga 40 SKS.

Implementasi MBKM ini memang cukup menguras tenaga, pikiran, dan waktu jika kurikulum program studi perlu banyak penyesuaian. Pihak universitas dituntut untuk cepat tanggap untuk membuat kebijakan-kebijakan terkait pengimplementasian MBKM sebagai payung hukumnya untuk menjadi dasar penyesuaian-penyesuaian dokumen dan lain-lain.

Penyesuaian-penyesuaian kurikulum dapat terjadi pada profil lulusan, CPL, jumlah bobot mata kuliah, nama mata kuliah, deskripsi mata kuliah, bahkan metode dan pendekatan pembelajarannya.

Belum lagi menyusun panduan operasional baku dari masing-masing kegiatan dan bentuk penilaian serta format laporan kegiatan bagi mahasiswa dan formular-formulir lainnya.

Agar tidak terjadi kebingungan pada dosen dan mahasiswa diperlukan berbagai sosialisasi, ToT, FGD, koordinasi-koordinasi dan workshop-workshop.

Hal ini sangat penting untuk dilakukan selain untuk  menyampaikan informasi juga menyamakan persepsi dan membuat komitmen demi kelancaran, keefektifan dan kesuksesan jalannya program MBKM.

Contohnya pada awal-awal sosialisasi MBKM banyak dosen dan mahasiswa sulit membedakan asistensi mengajar di sekolah dengan PLP (pengenalan lingkungan persekolahan).

Dosen dan mahasiswa juga sulit membedakan antara membangun desa/kuliah kerja nyata tematik dan KKN yang merupakan mata kuliah wajib bagi mahasiswa S1.

Mereka berbeda terutama dari jam kegiatan, cakupan kegiatan, serta aturan keikutsertaannya hingga penilaiannya bahkan tentunya bobot SKSnya.  

Diharapkan program ini benar-benar membawa manfaat bagi masyarakat terutama para mahasiswa dan pengguna lulusan dan menjadi solusi permasalahan terkait link and match antara dunia pendidikan dan dunia kerja yang efektif.

Penulis adalah dosen Universitas Nusantara PGRI Kediri dan pengurus DPP Cebastra

- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com

Peningkatan aktivitas gunung Semeru ##tiktokberita

♬ suara asli - Nusa Daily