Sulit Diakses, Desa Kopeang Mamuju Terisolir Akibat Longsor

  • Whatsapp
mamuju terisolir
Bupati Mamuju, Sutinah Suhardi mengunjungi desa Bela dan Kopeang yang terisolir akibat gempa ((12/03/2021) ANTARA Foto/M Faisal Hanapi
banner 468x60

NUSADAILY.COM – MAMUJU – Desa Kopeang dan Desa Bela Kecamatan Tapalang Mamuju Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat masih terisolir akibat longsor menutup jalan setelah gempa terjadi di Mamuju.

BACA JUGA: 60 Titik Longsor Akibat Gempa di Mamuju Telah Dibuka – Noktahmerah.com

Baca Juga

“Desa Bela dan Kopeang masih terisolir akibat gempa yang terjadi pada 15 Januari 2021dan mengguncang sejumlah wilayah di Kabupaten Mamuju dan Majene,” kata Bupati Mamuju Sutinah Suhardi di Mamuju dilansir Nusadaily dari Antara.

BACA JUGA: Kompor Meledak, Lima Rumah Warga di Mamuju Ludes Dilalap Api – Nusadaily.com

Ia mengatakan, terdapat 27 titik longsor yang membuat Desa Bela dan Kopeang sulit diakses sehingga daerah itu menjadi terisolir

Menurut dia, pemerintah di Mamuju akan tetap memberikan memperhatikan dan membangun kembali fasilitas di kedua wilayah tersebut sesuai dengan komitmennya sebelum terpilih menjadi bupati Mamuju, agar dapat kembali putih dan tidak lagi terisolir.

BACA JUGA: 33 Staf KPU Korban Gempa Mamuju Dapat Bantuan Rekan se-Indonesia – Beritaloka.com

“Desa Bela dan Kopeang terletak di pegunungan Mamuju sekitar 35 kilometer dari jalur trans Sulawesi kecamatan Tapalang, untuk menuju daerah itu cukup sulit harus melalui gunung jurang dan jalan berliku, dan kini diperparah dengan banyaknya titik longsor,” katanya.

Oleh karena itu, ia mengatakan, pemerintah di Mamuju memberikan bantuan logistik dengan menggunakan pesawat helikopter untuk masyarakat daerah itu, agar terbantu memenuhi kebutuhan hidupnya selama wilayahnya terisolir.

“Kami prihatin melihat kondisi masyarakat yang terisolir dan rumahnya dirusak gempa, setelah kunjungan ini, kami kami akan kesana lagi memberikan perhatian pembangunan kepada masyarakat,” katanya.(mic)