Pemkot Palembang Jemput Bola Pembuatan Dokumen Bagi Penyandang Disabilitas

  • Whatsapp
Disabilitas
Petugas Disdukcapil Palembang merekam retina mata seorang penyandang disabilitas di Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik (BRSPDF) Budi Karsa Palembang, Kamis (26/2) ANTARA/Feny Sely
banner 468x60

NUSADAILY.COM – PALEMBANG – Pemerintah Kota Palembang mulai melakukan jemput bola pembuatan dokumen kependudukan bagi ratusan penyandang disabilitas untuk memudahkan masyarakat berkebutuhan khusus tersebut mendapatkan hak pendataan.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Palembang Dewi Isnaini, Jumat, mengatakan para penyandang disabilitas dibantu mendapatkan KTP elektronik, akte kelahiran dan KIA tanpa harus pergi ke kantor pelayanan.

Baca Juga

BACA JUGA: Wakil Wali Kota Palembang Menebar Benih Ikan di Sungai Musi – Nusadaily.com

“Adanya data kependudukan memudahkan penyandang disabilitas mengakses pelayanan publik,” ujarnya.

Menurutnya semua warga harus memiliki data nomor induk kependudukan (NIK) karena data tersebut menjadi acuan program-program pemerintah termasuk bantuan-bantuan bagi penyandang disabilitas.

Pihaknya membawa langsung para petugas dan alat perekaman ke lokasi-lokasi tempat tinggal penyandang disabilitas, salah satunya Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik Budi Karsa Palembang.

BACA JUGA: Inilah Detik-Detik Penculikan Anak 4 Tahun di Palembang – Noktahmerah.com

Selain itu program jemput bola juga untuk meningkatkan capaian perekaman KTP elektronik yang saat ini telah mencapai 98,06 persen dalam database Disdukcapil Palembang.

Sementara Kepala Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik (BRSPDF) Budi Karsa Palembang Iwan Nurcandra menambahkan jika tidak adanya data kependudukan menyebabkan penyandang disabilitas terhambat mendapatkan berbagai bantuan sosial.

BACA JUGA: Warga Palembang Bawa Sabu 528 Gram, Kena Sergap Satres Narkoba Polresta Deli Serdang – Imperiumdaily.com

“Termasuk bantuan yang mengambil dari Data Terpadu Kesejahteraan sosial (DTKS) yang mengharuskan ada kepemilikan NIK,” kata dia.

Pihaknya menargetkan 2.275 orang penyandang disabilitas di Sumsel sudah mendapatkan NIK pada 2021. Sebab sebanyak 1.500 penyandang disabilitas telah mendapatkan NIK pada 2020.(eky)