Pemkab Bangka Targetkan Bebas Stunting Akhir Tahun 2024

  • Whatsapp
Stunting
Bupati Bangka Mulkan (ANTARA/kasmono)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – SUNGAILIAT – Pemerintah Kabupaten Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menargetkan daerah itu bebas kasus kurang gizi kronis (stunting) pada akhir 2024 dengan melaksanakan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) di 10 desa lokasi khusus.

“Ditargetkan sampai akhir 2024, wilayah Kabupaten Bangka terutama di 10 desa lokasi khusus sudah bebas kasus stunting,” kata Bupati Bangka Mulkan di Mendo Barat, Jumat.

Baca Juga

BACA JUGA: Kejari Bangka Tengah Gencarkan Edukasi Hukum Kepada Pelajar – Nusadaily.com

Langkah strategis untuk mewujudkan target tersebut, kata Bupati, salah satunya optimalisasi Germas di 10 desa lokasi khusus stunting yang ditetapkan pemerintah pusat.

“Germas harus terus dikampanyekan dan memberikan edukasi kesehatan kepada ibu hamil dan ibu memiliki balita,” jelasnya.

Berdasarkan data, 10 desa yang ditetapkan lokasi khusus stunting pemerintah pusat meliputi, Desa Riding Panjang Belinyu, Maras Senang, Neknang, Saing, Air Duren, Mendo, Kota Kapur, Penagan, Rumam dan Cekong Abang.

BACA JUGA: Putri Tumbangkan Bulu Tangkis Unggulan di 32 besar Orleans Masters – Noktahmerah.com

Tercatat pada 2020 angka stunting di Kabupaten Bangka hanya sebesar 1,98 persen. Angka kasus tersebut turun dibandingkan tahun 2013 sebesar 32, 27 persen kemudian tahun 2018 sebesar 9,8 persen.

“Saya cukup optimistis zero stunting hingga akhir 2024 dapat tercapai karena angka persentase kasus stunting terus mengalami penurunan,” katanya.

Sementara Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka, Harmendo mengatakan fokus utama sosialisasi stunting pada kelompok ibu hamil. Serta memilki balita karena pada usia seribu hari pertama kehidupan tersebut merupakan masa yang sangat perlu diperhatikan.

BACA JUGA: Neosperience Italia Kembangkan Cara Deteksi COVID-19 dari Suara – Imperiumdaily.com

Sosialisasi stunting perlu dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat terkait stunting. Termasuk juga memberikan informasi gizi yang seimbang bagi ibu hamil.

“Meskipun angka stunting di Kabupaten Bangka telah menurun, tetapi pengawasan dan pembinaan akan terus dilakukan agar tidak ada lagi kasus stunting,” katanya.(eky)