KRI Alamang-644 TNI AL, Berhasil Gagalkan Illegal Oil

  • Whatsapp
kapal pengangkut bahan bakar
Dua Kapal pengangkut bahan bakar ilegal yang diamankan oleh KRI Alamang- 644 TNI AL. (Dispen AL)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – KRI Alamang- 644 milik TNI Angkatan Laut yang dikomandani Letkol Laut (P) Mochamad Fuad Hasan, S.E., MMDS berhasil menggagalkan pengangkutan bahan bakar Ilegal di selat Singapura, Selasa 26 Januari 2021.

Disampaikan Danguskamla Koarmada I Laksma TNI Yayan Sofiyan, S.T., M.Si. dalam rilisnya yang dikirim ke Nusadaily.com, Rabu, 27 Januari 2021.

Baca Juga

BACA JUGA: KKP Mengamankan Tiga Kapal Pencuri Ikan di Selat Malaka

Dikatakan bahwa, keberhasilan tersebut menindaklanjuti instruksi Kasal Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M., dan Pangkoarmada I Laksda TNI Abdul Rasyid K, S.E., M.M. Yang menekankan kepada seluruh Komandan Unsur KRI BKO Guskamla Koarmada I. Untuk melaksanakan penegakan hukum di laut secara tegas dan tidak ragu-ragu.

“Tidak lama setelah pelaksanaan Konsolidasi. Operasi Keamanan Laut kami laksanakan beberapa hari dan akhirnya kami berhasil menggagalkan kegiatan illegal oil,” ucap Laksma Yayan.

Dirinya juga menambahkan dalam operasi laut tersebut, pihaknya telah mengamankan dan memeriksa dua kapal yang diduga membawa bahan bakar illegal di Selat Singapura.

Adapun kedua kapal tersebut adalah KM. Ringgo Natuna 1 (GT 30) dengan muatan solar 10.000 liter dan KM. Sukses Sejahtera (GT 27) dengan muatan solar 8.000 liter.

BACA JUGA: Diduga Langgar Hukum, Indonesia Sita Kapal Tanker Iran dan Panama

“Kedua kapal tersebut telah melakukan tindak pidana melanggar UU No. 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran dengan membawa barang khusus/ berbahaya berupa Solar tidak dilengkapi dokumen. Serta tidak masuk daftar manifest, ABK tanpa buku pelaut. Nahkoda tidak sesuai kecakapan terbatas 60 mil, dan alat keselamatan tidak lengkap,” ujar Laksma Yayan.

BACA JUGA: TNI AL Tangkap Kapal Asing Taiwan di Laut Natuna Utara

Disebutkan, setelah melakukan pemeriksaan awal, kemudian kedua kapal tersebut digiring dengan pengawalan menuju Lanal Tanjung Balai Karimun. Untuk dilaksanakan proses lebih lanjut dan untuk mengetahui asal muasal bahan bakar.

“Kegiatan Operasi Keamanan Laut akan terus dilaksanakan secara optimal dengan tetap memperhatikan keselamatan berlayar dalam menghadapi cuaca yang kurang menguntungkan maupun mengantisipasi penyebaran Covid-19,” Laksma Yayan. (sir)