GP ANSOR adalah Agen Ukhuwah Insaniah dan Penjaga Nilai Pancasila

  • Whatsapp
Suasana kegiatan Rembuk Nasional Ukhuwah Wathaniyah dan Ukhuwah Islamiah bertema bersaudara dari dan demi Indonesi, yang digelar oleh GP Ansor. Istimewa
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) menyelenggarakan acara Rembuk Nasional Ukhuwah Wathaniyah dan Ukhuwah Islamiah bertema bersaudara dari dan demi Indonesia Sabtu 6 Februari 2021 kemarin.

Ketua GP Ansor Wilayah Bangka Belitung Masmuni dalam pembukaannya mengatakan jika Ukhuwah Wathaniyah dan Ukhuwah islamiah yang harus dijaga oleh seluruh masyarakat seluruh Indonesia.

Baca Juga

“Ukhuwah wathaniyah yakni saudara dalam arti sebangsa walaupun tidak seagama atau satu suku. Harus tetap menjalin persaudaraan dan persatuan,” jelasnya.

Di tempat yang sama Menteri Agama Yaqut Choilil Coumas sekaligus ketua GP Ansor yang ikut hadir dalam pidatonya menyatakan bahwa komitmen GP Ansor terhadap NKRI dan Pancasila tidak perlu dipertanyakan lagi.

“Terkait Ukhuwah Islamiah tidak hanya sekadar persaudaraan semua umat Muslim, Tapi ukhuwah Islamiyah juga merupakan persaudaraan yang dapat menunjukkan nilai nilai keislaman yang baik,” ujar Yakut.

Dirinya juga menambahkan bahwa Indonesia sudah sesuai dengan syariah, karena itu didirikan oleh pemimpin dan alim Ulama organisasi organisasi islam jadi mustahil tidak memenuhi nilai keislaman.

“Agama harus menjadi inspirasi bagi kehidupan karena agama memiliki nilai nilai kebaikan dan kehormatan maka segala tindakan, termasuk usaha menjaga agama tidak boleh bertentangan dengan kemaslahatan semua orang,” tegas Yakut.

Dikesempatan itu pula Kapolda Bangka Belitung Irjen Pol Drs. Anang Syarif Hidayat dalam Pidatonya mengatakan bahwa GP Ansor harus menjaga dan mempertahankan visinya untuk kesatuan NKRI.

“Sangat berharap GP Ansor mempertahankan visi misi dalam menjaga keutuhan persaudaraan bangsa ini. Mari bersama sama menjaga keutuhan bangsa ini,” tegas Irjen Pol Anang.

Ditambahkannya, bahwa masalah yang kerap kali terjadi di Indonesia adalah radikalisme dan isu terkait SARA.

” Masalah yang kerap terjadi di Indonesia adalah radikalisme. Banyak cara dan kedok yang digunakan baik budaya dan agama. Saya yakin GP Ansor tidak ada berafiliasi tergabung dalam hal ini,” jelasnya.

Irjen Pol Anang Berharap, agar dalam penyelengaraan acara ini serta dalam kehidupan bermasyarakat dapat mematuhi protokol kesehatan guna memotong rantai penyebaran virus corona.

Dalam kegiatan tersebut GP Ansor juga Mengundang Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila ( BPIP) Antonius Benny Susetyo yang lebih dikenal dengan Panggilan Romo Benny sabagai salah satu Pemateri.

Dalam Ulasannya Romo Benny menekankan, pentingnya menjaga persatuan dan persaudaraan dengan mengamalkan nilai-nilai Pancasila, dan jika sila pertama dibatinkan maka nilai kemanusiaan itu akan selalu tercermin.

” Jika sila pertama dibatinkan oleh semua orang termasuk pejabat dan pemangku kepentingan tidak akan ada lagi korupsi dan masalah lainnya karena takut kepada tuhan. Bahkan ujaran kebencian pun tidak akan ada. Nilai kemanusiaan akan tercermin,” tegas Romo Benny.

Acara ini dihadiri oleh Menteri Agama sekaligus ketua Umum GP Ansor yaitu Yaqut Choilil Coumas dan dihadiri beberapa tokoh Nasional maupun daerah seperti Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Antonius Benny Susetyo, Anggota DPR RI Bangka Belitung dari Fraksi PDIP Rudianto Tjen , Tokoh Masyarakat Bangka Belitung Basuri Cahaya Purnama secara daring serta seluruh Ketua Wilayah GP Ansor di seluruh Indonesia. (sir/kal)