Duh! Keluyuran Tunggu Hasil PCR, Warga Sleman Tulari 30 Tetangga

  • Whatsapp
Ilustrasi tes PCR. Foto: (CNN Indonesia/ Adi Maulana)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – YOGYAKARTA – Tingkah sembrono salah seorang pasien diduga jadi pemicu penularan 30 warga Dusun Kendal, Bangunkerto, Turi, Sleman, dinyatakan positif terpapar Covid-19.

Plt Camat Turi, Subagyo menuturkan, deretan kasus ini diketahui bermula sepekan lalu. Saat itu ada salah seorang warganya terindikasi positif Covid-19.

Baca Juga

BACA JUGA : Dirdik Jampidsus: Seorang Tahanan Kejagung Positif COVID-19 – Nusadaily.com

Warga tersebut lantas menjalani tes polymerase chain reaction (PCR). Persoalannya, ia tak melakukan isolasi mandiri selama menanti hasil pemeriksaan dan malah keluyuran keluar rumah.

“Waktu menunggu (hasil PCR) dia tidak bilang-bilang sama tetangganya, kemudian bersosialisasi kemudian merebaklah ke tetangga kanan-kiri ikut kegiatan di kampung,” kata Subagyo saat dihubungi, Senin (14/6).

BACA JUGA : Messi Akui Khawatir Tertular COVID-19 Jelang Laga Perdana Argentina – Imperiumdaily.com

“Keterangan dari warga, (pasien) ya pokoknya ikut gotong royong kegiatan di masyarakat,” sambungnya.

Pihak Satgas Covid-19 setempat lantas melakukan penelusuran dan menjaring beberapa warga RT 5 di Dusun Kendal dengan status pemilik riwayat kontak erat pasien. Hasilnya, sekitar 30 orang dinyatakan positif terinfeksi virus Corona.

BACA JUGA : Anies: Jakarta Masuk Fase Amat Genting Hadapi Covid-19 – Noktahmerah.com

“Para pasien positif isolasi mandiri,” sebutnya.

Menindaklanjuti temuan ini, dikatakan Subagyo, Satgas Covid-19 setempat melakukan pemeriksaan massal di wilayah yang diduga jadi konsentrasi penyebaran virus. Sebanyak 200 orang lebih di RT 5 Dusun Kendal terjaring pada tahap ini.

“Ya sementara aktivitas warga yang sudah diswab tidak boleh pergi-pergi dulu sebelum hasilnya keluar. Paling satu hari dua hari keluar hasilnya,” sebut Subagyo.

Pihaknya di satu sisi menyayangkan sikap warga yang tak terbuka kepada masyarakat sekitarnya. Pihaknya juga menyoroti kelalaian warga menerapkan disiplin protokol kesehatan (prokes) pencegahan penularan Covid-19.

Menurutnya, masih banyak warga pedesaan yang belum memahami pentingnya prokes dalam memutus mata rantai penyebaran virus Corona.

“Wah, kalau di desa itu kan susahnya gitu. Seperti tidak ada apa-apa,” pungkasnya.(han)