Dinkes Solok Targetkan Angka Stunting Turun 14 Persen Pada 2024

  • Whatsapp
Petugas kesehatan mengukur tinggi badan balita saat kegiatan pos pelayanan terpadu (posyandu) di Posyandu Mekar Sari, Karangasem Selatan, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Sabtu (15/8/2020). ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra/wsj.
banner 468x60

NUSADAILY.COM – SOLOK – Dinas Kesehatan Kota Solok, Sumatera Barat menargetkan penurunan angka stunting 14 persen dan kekurangan gizi akut (wasting) 7 persen di kota itu pada 2024 mendatang.

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Kesehatan Masyarakat dr Pepy Ledy Soffiany di Solok, Sabtu mengatakan saat ini percepatan perbaikan gizi masyarakat di Kota Solok lebih diprioritaskan pada percepatan penurunan stunting. Dengan target penurunan angka stunting 14 persen dan kekurangan gizi akut 7 persen pada 2024.

Baca Juga

Untuk mencapai target penurunan angka stunting dan kekurangan gizi akut itu, Pepy mengatakan Dinkes Solok perlu menyusun Indikator Kinerja Program (IKP) dan Indikator Kinerja Kegiatan (IKK) dalam rencana strategis kementerian kesehatan.

Menurutnya untuk menjawab tantangan tersebut diperlukan kegiatan perbaikan gizi masyarakat. Dengan cara memonitor dan mengevaluasi secara berkala melalui surveilans gizi. Hal itu meliputi indikator masalah gizi dan indikator kinerja program gizi.

“Dengan begitu salah satu upaya percepatan penurunan stunting dilakukan melalui penguatan surveilans gizi,” kata dia.

Selain itu, menurut dia untuk memperoleh informasi capaian kinerja perbaikan gizi masyarakat secara cepat, akurat, teratur, berkelanjutan, dan dapat dipertanggungjawabkan, maka perlu dilaksanakan kegiatan surveilans gizi oleh pemerintah daerah kabupaten atau kota.

Pepy mengatakan terkait upaya perbaikan gizi masyarakat juga disebutkan dalam undang-undang tentang kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan mutu gizi perseorangan dan masyarakat.

Perbaikan pola makan

Ia menyebutkan, yakni melalui perbaikan pola konsumsi makanan, perbaikan perilaku sadar gizi, peningkatan akses dan mutu pelayanan gizi serta kesehatan sesuai dengan kemajuan ilmu teknologi.

“Sekain itu, salah satu upaya yang kami lakukan untuk perbaikan gizi masyarakat ialah lakukan monitiring dan evaluasi surveilans gizi Kota Solok pada Rabu (2/12),” kata dia.

Ia mengatakan tujuan kegiatan tersebut untuk capaian informasi kinerja perbaikan gizi masyarakat Kota Solok secara cepat, akurat, teratur, dan berkelanjutan.

Di samping itu, Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat Aprinur Azwira menambahkan ada lima strategi yang harus dicapai oleh masyarakat pertama, yakni meningkatkan kesehatan ibu, anak, Keluarga Berencana (KB) dan kesehatan reproduksi.

“Kemudian, percepatan perbaikan gizi masyarakat, meningkatkan pengendalian penyakit, pemberdayaan gerakan masyarakat hidup sehat (Germas), serta penguatan sistem kesehatan pengawasan obat dan makanan,” kata dia menyebutkan. (kal)