Volume Kendaraan Mulai Meningkat Signifikan, Pelipur Lara bagi Pengelola Wisata

  • Whatsapp
Volume kendaraan meningkat signifikan hingga mengekor sepanjang hampir 3 kilometer di simpang tiga Bendo, Kota Batu.
banner 468x60

NUSADAILY.COM-KOTA BATU- Arus lalu lintas menunjukkan peningkatan signifikan di beberapa ruas jalan protokol Kota Batu (Minggu, 30/5). Kendaraan wisatawan dari berbagai daerah, termasuk dari luar wilayah rayon Malang Raya, mulai berdatangan menuju sejumlah destinasi wisata.

Kanit Dikyasa Satlantas Polres Batu, Ipda M Huda mengatakan, kepadatan arus lalu lintas mulai dirasakan sejak pukul 13.00 di dua titik yakni simpang tiga Pendem dan simpang tiga Bendo. Di kedua titik pintu masuk menuju Kota Batu terjadi antrian kendaraan sepanjang 2-3 kilometer.

“Peningkatan arus dirasakan sejak siang tadi, baik yang keluar ataupun menuju Kota Batu. Hingga pukul 18.00 volume kendaraan di simpang tiga Pendem masih padat. Sedangkan di simpang tiga Bendo sudah normal,” kata Huda (Minggu, 30/5).

Ramainya arus kunjungan ke Kota Batu pada akhir pekan di penghujung bulan Mei ini, menjadi pelipur lara bagi pengelola wisata. Menggantikan kesempatan meraup pendapatan yang sebelumnya kandas, dihadang kebijakan larangan mudik saat libur Lebaran lalu.

Salah satu destinasi wisata yang menunjukkan peningkatan kunjungan yakni kawasan wanawisata Coban Rais. Kunjungan pengunjung di lokasi itu tercatat mencapai 400 orang. Jumlah itu didasarkan pada perhitungan tiket masuk di loket wanawisata Coban Rais.

“Mulai ramai pengunjung dari luar daerah sejak siang. Kalau Sabtu kemarin ada sekitar 270 pengunjung,” kata staf pengelola kawasan wanawisata Coban Rais, Sumirin.

Sumirin mengatakan, para wisatawan berdatangan dari beberapa daerah di Jawa Timur. Mereka berdatangan untuk melepas penat lantaran sebelumnya pergerakan masyarakat dibatasi saat libur Lebaran lalu. “Penyekatan memang sangat berdampak terjadi penurunan. Bahkan ketika H+1 Lebaran, sama sekali tidak ada yang berkunjung,” ucap Sumirin.

Tentunya, situasi itu jauh berbeda saat libur Lebaran tahun-tahun sebelumnya ketika masa normal. Dimana jumlah pengunjung bisa mencapai 6000. Sedangkan di hari biasa rata-rata kunjungan berkisar 700-1200 per hari. “Kalau sekarang paling-paling tingkat kunjungan hanya tersisa 20-30 persen. Otomatis omzet juga merosot antara 70-80 persen,” ujar dia.(wok/aka)