UU Narkotika Direvisi, Bisnis Ganja di Thailand Berubah Legal

  • Whatsapp
bisnis ganja di thailand
Daun ganja (republika.co.id)
banner 468x60

NUSADAIY.COM-BANGKOK – Kabinet di Thailand menyetujui revisi undang-undang narkotika guna melegalkan bisnis ganja atau mariyuana untuk tujuan medis.

Revisi UU Narkotika Thailand itu membuka jalan bagi pihak swasta untuk bisnis meliptui memproduksi dan menjual ganja (mariyuana) bagi kebutuhan medis.

"
"

Baca Juga

"
"

Demikian kata sejumlah pejabat terkait dikutip NusaDaily dari Reuters via Kantor Berita Antara, Rabu 5 Agustus 2020.

Tradisi menggunakan ganja untuk mengurangi kelelahan dan rasa sakit mendorong Thailand jadi negara pertama di Asia Tenggara yang melegalisasi mariyuana. Awalnya dilegalkan untuk keperluan riset dan medis pada 2017. Namun, saat itu hanya pemerintah yang diperbolehkan menanam mariyuana.

Usai menghadiri pertemuan kabinet, wakil juru bicara pemerintah, Traisuree Taisaranakul, menjelaskan sebagian draf revisi UU yang diusulkan pemerintah. Revisi UU itu memungkinkan pasien, pelaku usaha, dan para ahli kesehatan untuk memproduksi, mengekspor, mengimpor dan menjual ganja.

“Undang-Undang ini akan mendorong industri farmasi dan meningkatkan kompetisi yang penting bagi Thailand. Agar menjadi negara terdepan dalam mengembangkan kanabis (turunan mariyuana, red) untuk keperluan medis,” kata Menteri Kesehatan Masyarakat Anutin Charnvirakul kepada para awak media.

Thailand telah menghapus ekstrak kanabis dalam daftar narkoba, bahkan membuka klinik mariyuana.

Namun, aturan hukum di Thailand masih memasukkan kanabis dalam narkoba kategori lima. Sehingga siapa pun yang memiliki barang tersebut secara ilegal dapat dipenjara selama 15 tahun dan didenda sampai 1,5 juta baht (sekitar Rp701 juta).

Rancangan revisi UU usulan pemerintah itu akan kembali dievaluasi sebelum diserahkan ke parlemen.

Baca pula: Konsumsi Ganja Bentuk Kue Cokelat, Pelajar Puerto Riko Dibekuk di Bali

Sejauh ini, Kolombia dan Kanada telah melegalisasi ganja untuk kebutuhan medis dan kesenangan. Namun, tanaman itu masih dianggap tabu dan ilegal oleh banyak negara di Asia Tenggara. Bahkan, beberapa negara mengenakan hukuman yang keras terhadap penyalahgunaan mariyuana.

Penyelundup mariyuana terancam divonis hukuman mati di Singapura, Indonesia, dan Malaysia. (yos)

Post Terkait

banner 468x60