Senin, November 29, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsUni Eropa-Amerika Kecam Penguasa Belarus Pasca Kerusuhan Pilpres

Uni Eropa-Amerika Kecam Penguasa Belarus Pasca Kerusuhan Pilpres

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM-JAKARTA – Banyak pihak Uni Eropa, Amerika, hingga PBB prihatin dan mengecam kerusuhan yang kini melanda Belarus, sebuah negara di Eropa Timur.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Kerusuhan di Belarus atau Belarusia itu akibat protes atas terpilihnya kembali Alexander Lukashenko pada pemilihan Presiden Belarus, sepekan lalu.

Amerika Serikat menegaskan akan memantau terus situasi di Belarus. Negara itu merasa prihatin akan kerusuhan tersebut.

“Ini mengerikan. Itu situasi yang mengerikan, Belarusia. Kami akan mengikutinya dengan cermat,” kata Presiden Amerika Serikat Donald Trump, dikutip dari Reuters, Senin (17/8).

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo pada Sabtu (15/8) mengatakan Amerika Serikat sedang membahas situasi di Belarus dengan Uni Eropa.

Washington akan terus memantau situasi di Belarusia. Tujuan kontak AS-UE adalah untuk mencoba membantu sebaik mungkin agar rakyat Belarusia mencapai kedaulatan dan kebebasan.

Baca pula: Wakil Kanselir Jerman Sebut Presiden Belarus Diktator

Gedung Putih pada pekan lalu juga telah mengeluarkan seruan agar pemerintah Belarus dapat menahan diri dan tidak menggunakan kekerasan dalam menangani para demonstran. Serta dapat menyelesaikan persoalan dalam negeri mereka dengan cara terbaik.

Komisi Pemilihan Umum setempat mengumumkan kemenangan Alexander Lukashenko yang meraih lebih dari 80 persen suara. Sementara penantang oposisi Sviatlana Tsikhanouskaya mendapat 10 persen.

Kerusuhan pecah beberapa jam setelah hasil pemilihan diumumkan. Sedikitnya enam orang terluka dan sedikitnya 2.000 ditahan pada Minggu (9/8) pekan lalu.

Bahkan, pada Minggu (16/8) kerusuhan semakin berkobar. Puluhan ribu warga Belarusia melakukan aksi protes yang mereka juluki sebagai “Pawai untuk Kebebasan” di Ibukota Minsk.

- Advertisement -spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA POPULAR