Timor Leste Jadi Negara Termiskin di Dunia Usai Merdeka dari Indonesia

  • Whatsapp
تيمور ليشتي
Ilustrasi--Mayarakat Timor Leste (thejakartapost.com)
banner 468x60

NUSADAILY.COM-JAKARTA – Masyarakat Timor Leste meyakini pulau kecil yang ditinggalinya bakal tumbuh menjadi negara maju. Keyakinan itu membara pada 18 tahun lalu, saat resmi merdeka dan memisahkan diri dari Indonesia.

Namun faktanya tak sesuai harapan. Kini, mereka justru menjadi negara termiskin di dunia. Demikian dikutip nusadaily.com dari hops.id.

"
"

Baca Juga

"
"

Berdasarkan laporan yang dirilis United Nations Development Programme atau UNDP, Selasa 7 Juli 2020, menjadi sebuah penegasan.

Bahwa saat ini Timor Leste berada di posisi sepuluh terbawah dalam daftar negara termiskin di dunia.

Lebih rinci, mereka menempati peringkat 152 dari 162 negara yang terdaftar.

Fakta tersebut merupakan imbas dari pendapatan per kapita Timor Leste yang sangat rendah.

Bahkan, pada penghujung tahun ini, angkanya diperkirakan hanya US$2.356 atau sekitar Rp34,23 juta. Sedangkan di Indonesia, pada tahun lalu saja, sudah menyentuh Rp60 jutaan.

Menurut Bank Dunia, sejak 20 Mei 2002 atau pascareferendum, pertumbuhan investasi di Timor Leste masih stagnan alias melempem. Hal itu berkenaan dengan stabilitas politik dan ekonomi yang masih bergejolak di negara tersebut. Selain itu, konsumsi rumah tangga mereka terus alami peningkatan.

Ekonomi Timor Leste Masih Tumbuh

Ekonom Senior Bank Dunia untuk Timor Leste, Pedro Martins mengatakan, tahun ini pertumbuhan ekonomi mereka berada di angka 4,1 persen. Dan bisa melonjak menjadi 4,9 persen pada 2021. Meski sangat kecil, namun ia mengaku bersyukur.

“Timor Leste menyambut baik pertumbuhan ekonomi. Tetapi reformasi masih jadi kunci untuk mengejar potensi investasi dari sektor swasta. Sesuai dengan target pemerintah yang menetapkan pertumbuhan ekonomi di atas 7 persen dan penciptaan setidaknya 600.000 lapangan kerja baru per tahun,” kata Pedro.

Sedang menurut data dari Timor Leste Economic Report yang dirilis Bank Dunia beberapa bulan lalu, ekonomi negara yang dipimpin Francisco Guterres itu kemungkinan bakal kian sulit tahun ini. Sebab, selain kondisi politik yang kurang baik, pandemi corona juga membuat perdagangan ekspor dan impor melambat.

Sebagai upaya mengantisipasinya, pemerintah setempat menyairkan dana sekira Rp3,65 triliun dari Petroleum Fund. Sedang 60 persennya dialihkan untuk penanganan virus corona.

Meski secara ekonomi kalah telak dari Indonesia, namun dalam urusan penanganan corona, negara yang terletak di sebelah utara pulau Australia itu jauh lebih baik. Bahkan hari ini, menurut worldometers, tak ada penambahan kasus baru atau masih di angka 24 orang.

Menariknya lagi, seluruhnya telah sembuh. Itu tandanya, sudah tak ada lagi penduduk di sana yang terjangkit corona. (yos)

Post Terkait

banner 468x60