Rabu, Oktober 20, 2021
BerandaLifestyleFashionTren Warna Batik Tulis Celaket di Tahun 2021, Lebih Mengedepankan Warna Harapan

Tren Warna Batik Tulis Celaket di Tahun 2021, Lebih Mengedepankan Warna Harapan

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – MALANG – Tren warna Batik Tulis Celaket (BTC) 2021, tampaknya akan lebih mengedepankan dan cerminan warna harapan, optimisme, dan penyegaran dari 2020 yang penuh tantangan. Demikian Ira hartanti, desainer sekaligus pemilik BTC merilis prediksi tren warna, Batik Tulis Celaket yang terinspirasi dari alam.

Produsen batik tulis khas Malang yang namanya sudah melegenda ini menjelaskan, tren warna bisa dibagi menjadi dua, jika kita mengekor  New York Pallete, mereka lebih cenderung vibrant dan Core Classic yang lebih kalem dan bisa dimanfaatkan di segala suasana.

BACA JUGA: Memaknai Hari Batik di Masa Pandemi dan Malangnya Nasib Perajin Batik Tulis Celaket Khas Malang – Nusadaily.com

Karena kata Ira, tren warna tidak bisa berjalan sendiri, harus mengikuti tren warna dunia. Sehingga keberadaan produk UMKM seperti dirinya tidak ditinggalkan oleh pembelinya, jelasnya.

Memang, Pandemi turut memengaruhi peta dunia mode. Sebagian besar aktivitas yang dilakukan di rumah membuat pilihan busana dan riasan wajah jadi lebih sederhana.

Perubahan ini pun diakomodir para desainer tanah air. Terbukti dalam perhelatan Jakarta Fashion Week 2021, banyak bermunculan busana serba santai dan berpotongan longgar yang nyaman.

Hingga penghujung 2020, pandemi tampaknya belum menunjukkan tanda-tanda akhir. Pada 2021 orang masih bergulat dengan kondisi kurang lebih serupa.

1. Fungsional VS Total

Desainer Amot Syamsuri Muda memprediksi bakal banyak orang yang berdandan total di tahun 2021 mendatang. Bukannya apa-apa, pilihan untuk dressed up secara total menjadi cara masyarakat untuk balas dendam terhadap kungkungan di tahun 2020.

“Harapannya opposite look scheme, revenge. Sekarang bisanya kangen-kangen doang, kangen travelling, kangen kumpul-kumpul. Tahun depan begitu kondisi membaik, orang bakal dressed up total, padahal cuma buat nongkrong di kafe,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Senada dengan Amot, desainer Wilsen Willim berpendapat, ke depan tren mode akan terpecah. Ada yang fungsional dan sederhana, ada pula yang dressed up secara total.

2. Sustainable fashion

Sejak beberapa tahun ke belakang, isu fesyen berkelanjutan telah marak digerakkan oleh sejumlah desainer atau label mode tertentu. Isu ini diprediksi bakal cukup mewarnai industri fesyen tahun 2021.

“Orang mulai fokus ke eco-friendly, sustainable fashion. Tapi saya rasa, it should be a norm,” ujar Wilsen dalam kesempatan serupa.

BACA JUGA: Efek Pandemi, Produsen Batik di Malang Sepi Peminat – Imperiumdaily.com

3. Kembali ke pashmina

Banyak hal yang berubah di 2020, termasuk modest fashion. Jika sebelumnya populer dengan hijab glamor, penuh detail, dan penggunaan kain bertumpuk, maka tidak demikian dengan 2021.

Alih-alih menggunakan hijab yang modis, banyak perempuan diprediksi beralih kembali menggunakan pashmina. Desainer Ria Miranda mengatakan, tren pada modest fashion akan kembali ke awal di sekitar tahun 2010, saat pashmina masih digandrungi.

“Tren hijab balik ke pashmina. Prediksi kami masih sama, hijab yang praktis dan nyaman. Busana pun demikian, dari cutting, bahan yang nyaman dipakai di rumah dan bisa untuk keluar rumah juga,” imbuhnya.

4. Warna penuh harapan

Tren warna 2021 tampaknya mencerminkan harapan, optimisme, dan penyegaran dari 2020 yang penuh tantangan. Mengutip dari laman resminya, Pantone Color Institute telah merilis prediksi tren warna yang terinspirasi dari alam.

Warna bisa dibagi menjadi dua, di antaranya New York Pallete yang cenderung vibrant dan Core Classic yang lebih kalem dan bisa dimanfaatkan di segala suasana.

BACA JUGA: Batik Tulis Celaket Berkomitmen Lestarikan Seni Batik sebagai Budaya Indonesia untuk Warisan Dunia – Javasatu.com

New York Palette

  • Marigold, warna oranye keemasan dengan suntikan warna kuning ini memberikan kehangatan.
  • Cerulean, warna biru langit yang tenang dan cerah.
  • Rust, warna coklat yang terinspirasi dari daun-daun di musim gugur.
  • Illuminating, warna kuning yang ramah, penuh keceriaan dan semangat optimisme.
  • French blue, rona biru yang mengingatkan akan kota Paris, Prancis.
  • Green ash, warna hijau mint yang mendinginkan dan menenangkan.
  • Burnt coral, warna coral yang mengekspresikan keramahan.
  • Mint, memberikan kesan seperti daun mint yang menyegarkan.
  • Amethyst orchid, mengambil warna ungu bunga anggrek yang unik.
  • Raspberry sorbet, warna buah raspberry yang cerah, menyiratkan kejutan yang menggiurkan.

Core Classic

  • Inkwell, warna biru yang dalam dan intens.
  • Ultimate grey, warna abu yang menawarkan ketenangan dan keyakinan.
  • Buttercream, warna putih menjelang krem yang lembut dan sederhana.
  • Desert mist, warna mirip pasir yang dihaluskan.
  • Willow, mengingatkan kanopi hijau pepohonan rindang yang siap menyembunyikan sesuatu.(han)
- Advertisement -spot_img
Nusa Magz Edisi 46

BERITA POPULAR

- Advertisement -spot_img

BERITA KHUSUS

@nusadaily.com

Akhir-akhir ini Kota Malang panas banget nih, ngadem dulu yuk🍦🍦 ##tiktoktaiment

♬ Happy Ukulele - VensAdamsAudio

LIFESTYLE

dion kejang

Terkena Masalah Kejang Otot, Celine Dion Batalkan Tur Konser

0
NUSADAILY.COM - JAKARTA - Celine Dion mengumumkan bahwa ia membatalkan pertunjukan musim gugur terbarunya di Resorts World Theatre. Dalam laman situs resminya, pertunjukan yang...