Selasa, September 27, 2022
BerandaNewsRegionalTertipu Jual Beli Masker Lewat Online, Rp 30 Juta Raib

Tertipu Jual Beli Masker Lewat Online, Rp 30 Juta Raib

NUSADAILY.COM – MOJOKERTO – Kelangkaan masker kembali dimanfaatkan pelaku kejahatan beraksi. Wiwid Nugroho (30) warga Trucuk, Kelurahan/Kecamatan Palar, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah jadi korban. Setidaknya uang Rp 30 juta miliknya raib atas penipuan dan penggelapan jual beli masker secara online.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Dia menjadi salah satu deretan korban masker yang sudah dilaporkan ke Mapolres Mojokerto. Kendati sudah melapor, hingga detik ini belum ada satu pun yang terungkap.

Peristiwa yang menimpa wanita berusia 30 tahun ini, terjadi Awal April lalu. Namun hingga sekarang belum dilakukan pengiriman, korban akhirnya melaporkan tindak pidana yang menimpanya.

“Iya benar, laporannya sudah kami trima minggu lalu,” ungkap Kasatreskrim Polres Mojokerto AKP Dewa Primayoga, Selasa 21 April 2020.

Menurutnya, hingga kini pihaknya masih melakukan pengumpulan barang bukti dan keterangan saksi-saksi. Termasuk pemeriksaan saksi korban.

“Dari korban yang melapor, penyidik juga sudah kantongi barang bukti berupa slip bukti transaksi jual beli transfer melalui ATM,” imbuhnya.

Penipuan via Facebook

Kejadian ini, bermula saat Awal April lalu, dimana korban Wiwid berselancar di aplikasi Facebook untuk mencari agen masker dengan merk sensi. Saat sedang cari informasi jual beli masker, korban tiba-tiba diberi tahu salah satu teman FBnya melalui mesenger Fb dengan memberikan nomor handphone agen masker.

Tak pikir panjang, korban lantas menghubungi pelaku untuk menanyakan masker yang dijualnya.

“Pertanyaan korban dijawab pelaku jika dia menjual masker merk sensi dengan harga per boxs-nya Rp 150 ribu,” katanya.

Harga relatif terjangkau itu, akhirnya membuat korban tertarik. Tawaran itu direspon baik korban, dengan memesan 600 boxs sekaligus dengan total harga Rp 30 juta.

Sebagai komitmen jual beli masker transaki dilakukan korban sebanyak dua tahap. Kali pertama, Senin 13 April 2020 sekitar pukul 12.13 WIB, korban melakukan transfer sebesar Rp 15 juta di ATM BNI Wilayah Ngoro dengan norek tujuan BRI atas nama Sarah Oktaviani.

Tranksaksi ke dua kembali dilakukan korban pada Selasa 14 April 2020 sekitar pukul 06.47 WIB di ATM BNI Kecamatan Pungging dengan norek tujuan yang sama sebesar Rp 15 juta.

“Jadi total yang ditransfer korban Rp 30 juta, untuk pembelian masker sensi 600 boxs pada pelaku,” pungkasnya.

Nahasnya, keberhasilan korban mentransfer uang tersebut malah tak direspon pelaku. Berulang kali ditelpon, pelaku tak menjawab.

Hingga kini, masker merk sensi yang dibelinya pun tak kunjung dikirim. Sadar jadi korban dugaan penipuan dan penggelapan jual beli masker online, korban akhirnya melaporkan ke Mapolres Mojokerto untuk ditindak lanjuti.

Sudah Banyak Korban

Dewa menegaskan, sudah sering kali pihaknya mengimbau masyarakat untuk tidak tertarik dengan jual beli masker secara online di tengah pandemi Covid-19. Sebab, tak jarang momen seperti ini kerap dimanfaatkan pelaku untuk berbuat tindak pidana.

“Mengambil kesempatan saat pandemi Corona ini, dimana momen dibutuhkannya masker. Pelaku mengambil kesempatan menawarkan masker, setelah uang dikirim barang tidak dikirim pada pembeli,” tuturnya.

Disamping menerima laporan masyarakat. Dari bareskrim saiber polri, juga sudah ada aduan online. Dengan alamat patroli saiber.id. masyarakat bisa melaporkan secara online dengan modus menggunakan IT. Di dalam saiber ini, masyarakat bisa mencantumkan alamat akun.

“Setelah ada laporan, tentu ada tindakan represif yang dilakuman kepolisian untuk melakukan penyelidikan,” imbuh Dewa.(din)

BERITA KHUSUS

Enam Poktan Tembakau Situbondo Dapat Bantuan Kendaraan Roda Tiga, Ini Daftarnya

NUSADAILY.COM - SITUBONDO - Enam kelompok tani (Poktan) tembakau di Kabupaten Situbondo bakal mendapat bantuan kendaraan roda tiga. Bantuan itu berasal dari Dinas Pertanian...

BERITA TERBARU

Polisi Akan Terbitkan BPKB Elektronik Mulai Tahun Ini, Lebih Simpel dan Mudah!

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri akan menerbitkan buku pemilik kendaraan bermotor (BPKB) elektronik. Saat ini, pihak Direktorat Registrasi dan Identifikasi...