Kamis, Januari 20, 2022

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsRegionalTak Pakai Masker, Pengunjung Alun-Alun Batu Dapat Sanksi Punguti Sampah

Tak Pakai Masker, Pengunjung Alun-Alun Batu Dapat Sanksi Punguti Sampah

NUSADAILY.COM – KOTA BATU –Satgas Cipkon dan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kembali melaksanakan patroli rutin. Patroli dilakukan untuk mengontrol sejumlah tempat yang menjadi pusat keramaian dan kedisiplinan masyarakat.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House


Saat mendatangi kawasan Alun-alun Kota Batu pada Minggu sore (5/7), masih ditemukan pengunjung yang tak menggunakan masker. Tidak disiplinnya masyarakat ditengarai menjadi pemicu tingkat penyebaran Covid-19. 


Masyarakat yang mengabaikan disiplin protokol kesehatan mendapat konsekuensi dalam bentuk sanksi sosial. Petugas menyuruh mereka untuk memungut sampah hingga kantong plastik yang diberikan petugas, diisi penuh.


Kabid Trantibum Satpol PP Kota Batu Santoso Wardoyo menuturkan sanksi sosial ini untuk memberi efek jera dan mengajak masyarakat berperilaku disiplin mematuhi protokol kesehatan. Kedisiplinan menjadi kunci penting untuk meminimalisir tingkat lonjakan penularan Covid-19.


Penindakan juga diberikan kepada pelaku usaha yang melanggar protokol kesehatan. Pelaku usaha itu mendapat sanksi penutupan tempat usaha. 
Santoso menuturkan, untuk sanksi sosial mengacu pada Perwali nomor 56 tahun 2020 tentang pedoman pencegahan dan pengendalian Covid-19 dalam status transisi darurat ke pemulihan. Selain di kawasan alun-alun, sanksi sosial diberikan kepada masyarakat yang melintas di ruas-ruas jalan protokol Kota Batu dan Pasar Besar Kota Batu.


“Delapan orang yang harus menjalankan sanksi sosial dengan menyita KTP dan mengumpulkan sampah plastik satu kresek penuh. Kalau sudah selesai baru KTP dikembalikan dan mendapat arahan Petugas berupa edukasi terkait protokol kesehatan,” papar dia.


Sementara itu, Walikota Batu Dewanti Rumpoko menyitir pernyataan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang menyebutkan 70 persen masyarakat Jawa Timur abai dengan pemakaian masker. Ia menambahkan, untuk mendisiplinkan masyarakat, pihaknya bersama jajaran Forkompimda akan gencar melakukan patroli rutin di sejumlah tempat keramaian. 
Ia menuturkan, dari pengamatannya saat melakukan sidak, sebagian besar masyarakat telah tertib mengenakan masker. Meskipun ada juga yang melanggar namun jumlahnya tak signifikan. Bagi yang melanggar wajib mengikuti rapid tes.


Selain itu, kendala saat ini berupa penerapan jarak fisik sangat sulit dilakukan ketika berada di pusat keramaian. Hal itu ia ketahui saat meninjau langsung Kawasan Alun-alun Kota Batu, apalagi memasuki akhir pekan yang ramai didatangi pengunjung. Sehingga penggunaan masker menjadi keputusan prioritas tatkala penerapan jarak fisik tak bisa dilakukan.


Dewanti juga mengingatkan PKL di kawasan Alun-alun Kota Batu untuk memasang tirai plastik, selain penggunaan masker. Tirai plastik ini sebagai sekat antara pembeli dan pedagang serta menjaga barang dagangan, terutama makanan tetap higienis.
“Apa yang kami lakukan dengan intens ke tempat-tempat keramaian agar masyarakat dari pedagang dan pengunjung menerapkan SOP kesehatan. Ini akan kami lakukan terus berkelanjutan. Pedagang juga tak perlu takut karena apa yang kami lakukan untuk menekan persebaran Covid-19,” tegasnya. (wok/wan)

spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com

Perampok di Sukun Malang Tertangkap di Taman Dayu Pandaan ##tiktokberita

♬ original sound - Nusa Daily