Kamis, September 29, 2022
BerandaNewsRegionalPerdagangkan Anak di Bawah Umur, Mucikari di Banyuwangi Diciduk Polisi

Perdagangkan Anak di Bawah Umur, Mucikari di Banyuwangi Diciduk Polisi

NUSADAILY.COM – BANYUWANGI – Kasus perdagangan anak di bawah umur kembali terjadi di Banyuwangi. Kali ini, dua orang mucikari, yakni DM (31) dan SG (51) diciduk aparat kepolisian karena terbukti memperdagangkan gadis 17 tahun untuk melayani pria hidung belang.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

“Ada dua tersangka yang berhasil kita amankan. Yakni DM, laki-laki asal Kecamatan Purwoharjo, dan SG perempuan asal Kecamatan Cluring,” kata Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin, dirilis Nusadaily.com dari Humas Polresta Banyuwangi, Rabu 13 Mei 2020.

Menurut Kapolresta, kasus ini bermula saat SG yang berperan sebagai ‘MAMA’ mendapat pesanan dari seorang pria hidung belang untuk mencari gadis yang mau melayaninya. SG lantas memerintahkan DM untuk mencari gadis yang mau untuk melayani bisnis esek-esek tersebut.

“Tersangka DM lantas menghubungi korban, yakni NL (17), dan dijanjikan akan diberi uang dengan melayani pria hidung belang,” kata Kapolresta.

Setelah korban setuju, tersangka DM mengajak korban bertemu dengan tersangka SG. Selanjutnya, SG mengajak korban untuk menemui kliennya di sebuah hotel di daerah Jajag Kecamatan Gambiran.

“Di hotel inilah korban akhirnya harus melayani pria hidung belang,” kata Kapolresta Arman.

Dalam setiap transaksi bisnis esek-esek, tersangka SG dan DM memberi tarif sebesar Rp 700.000. Namun, dari uang tersebut yang diberikan kepada korban hanya Rp 300.000 saja. Sementara Rp 400.000 sisanya menjadi jatah kedua pelaku.

Sudah Memakan Banyak Korban

Kepolisian terus mendalami kasus ini, karena ada dugaan kuat praktek perdagangan anak dibawah umur ini sudah memakan banyak korban. 

“Kita terus melakukan pengembangan kasus, karena kedua tersangka ini diduga kuat sudah berkali-kali melakukan perdagangan anak di bawah umur untuk Bisnis esek-esek,” ujar perwira menengah Polri ini.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua tersangka dijerat pasal 83 Jo pasal 76F atau pasal 88 Jo pasal 761 UU RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman minimal 3 Tahun dan maksimal 15 tahun penjara. (ozi)

BERITA KHUSUS

Tujuh Poktan Situbondo Bakal Dapat Bantuan Alat Jemur Tembakau

NUSADAILY.COM - SITUBONDO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo menggelontorkan anggaran dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) tahun 2022 sekitar Rp180 juta. Duit jumbo...

BERITA TERBARU

Eks Bek MU Sarankan Harry Maguire Kunjungi Psikolog

NUSADAILY.COM - LONDON - Harry Maguire disarankan mengunjungi psikolog. Bek asal Inggris itu dinilai butuh bantuan untuk bisa bermain lebih baik. Maguire baru saja dikecam...