Jumat, Juli 8, 2022
BerandaNewsRegionalPengawas UTBK Universitas Brawijaya di-Rapid Test

Pengawas UTBK Universitas Brawijaya di-Rapid Test

NUSADAILY.COM-MALANG- Jelang Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK), Universitas Brawijaya Malang terus melakukan persiapan. Salah satunya, dengan mengadakan rapid test terhadap para pengawas ujian. Kegiatan yang dilakukan dengan menggandeng Kementerian Kesehatan (Kemenkes) ini berlangsung selama dua hari, yakni Kamis (2/7/2020) dan Jumat (3/7/2020).

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

BACA JUGA: Universitas Brawijaya Dikenal Angker, Hantu Muka Rata Paling Sering Nampak

BACA JUGA: UTBK Tinggal Menghitung Hari, Persiapan Universitas Brawijaya sudah 90 Persen

Koordinator Pelaksana Rapid Test UB, Dokter Syifa Mustika, Sp.PD-KGEH mengungkapkan, kegiatan tersebut merupakan salah satu langkah serius UB untuk mencegah penyebaran covid-19. Mereka menjalani rapid test dengan mengambil sampel darah hingga pemeriksaan kesehatan sederhana.

“Keguatan ini juga merupakan upaya untuk memastikan kesehatan pengawas ujian dan panitia dalam kondisi prima menjelang dilaksanakannya UTBK beberapa hari ke depan. Panitia yang terlibat jumlahnya sekitar 1.000 orang,” terang dia.

Dengan adanya tes tersebut, harap dia, tidak menimbulkan kecemasan panitia dan pengawas selama UTBK berlangsung.

“Kami berharap, pemeriksaan ini bukan untuk menakuti, melainkan sebaik-baiknya untuk upaya menjaga kesehatan panitia dan pengawas,” jelas dia.

Seluruh hasil tes tersebut, lanjut dia, akan diserahkan secara kolektif kepada rektorat untuk ditindaklanjuti. “Hasilnya, secara keseluruhan, akan langsung kami serahkan ke rektorat,” papar dia.

Sementara itu, Staf Khusus Menteri Kesehatan Bidang Peningkatan SDM Kesehatan, dr. Mariya Mubarika menambahkan, pihaknya memberikan apresiasi terhadap keguatan yang dilakukan UB menjelang UTBK.

“Kami sangat mendukung ide-ide dan usaha-usaha UB untuk membantu mencari apa yang terbaik untuk proses pembelajaran,” papar dia kepada induk imperiumdaily.com ini.

Dia menambahkan, kegiatan tersebut bukan hanya sekadar mencari siapa saja yang reaktif, namun juga mencari pola sistem pembelajaran yang baik dalam masa transisi new normal kali ini.

“Semoga nanti yang dihasilkan bisa menjadi regulasi pembelajaran di era new normal. Agar peserta didik mahasiswa aman, yang ngajar juga aman,” pungkas dia.(nda/cak)

BERITA KHUSUS

Sampaikan LPJ APBD 2021, Gus Ipul: Jadi Motivasi Tingkatkan Transparansi dan Akuntabilitas Kinerja Keuangan

NUSADAILY.COM – KOTA PASURUAN – DPRD Kota Pasuruan menggelar Rapat Paripurna I dengan agenda Penyampaian Nota Keuangan Raperda tentang Pertanggungjawaban (LPJ) Pelaksanaan APBD Kota...

BERITA TERBARU

Chelsea Tawar Cristiano Ronaldo Rp 251 Miliar, MU Segera Beri Jawaban

NUSADAILY.COM - LONDON - Kabar terbaru dari situasi Cristiano Ronaldo yang rumornya mau tinggalkan Manchester United. Chelsea disebut akan tawarkan harga 14 juta Pounds...

NUSADAILY.COM-MALANG- Jelang Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK), Universitas Brawijaya Malang terus melakukan persiapan. Salah satunya, dengan mengadakan rapid test terhadap para pengawas ujian. Kegiatan yang dilakukan dengan menggandeng Kementerian Kesehatan (Kemenkes) ini berlangsung selama dua hari, yakni Kamis (2/7/2020) dan Jumat (3/7/2020).

BACA JUGA: Universitas Brawijaya Dikenal Angker, Hantu Muka Rata Paling Sering Nampak

BACA JUGA: UTBK Tinggal Menghitung Hari, Persiapan Universitas Brawijaya sudah 90 Persen

Koordinator Pelaksana Rapid Test UB, Dokter Syifa Mustika, Sp.PD-KGEH mengungkapkan, kegiatan tersebut merupakan salah satu langkah serius UB untuk mencegah penyebaran covid-19. Mereka menjalani rapid test dengan mengambil sampel darah hingga pemeriksaan kesehatan sederhana.

"Keguatan ini juga merupakan upaya untuk memastikan kesehatan pengawas ujian dan panitia dalam kondisi prima menjelang dilaksanakannya UTBK beberapa hari ke depan. Panitia yang terlibat jumlahnya sekitar 1.000 orang," terang dia.

Dengan adanya tes tersebut, harap dia, tidak menimbulkan kecemasan panitia dan pengawas selama UTBK berlangsung.

"Kami berharap, pemeriksaan ini bukan untuk menakuti, melainkan sebaik-baiknya untuk upaya menjaga kesehatan panitia dan pengawas," jelas dia.

Seluruh hasil tes tersebut, lanjut dia, akan diserahkan secara kolektif kepada rektorat untuk ditindaklanjuti. "Hasilnya, secara keseluruhan, akan langsung kami serahkan ke rektorat," papar dia.

Sementara itu, Staf Khusus Menteri Kesehatan Bidang Peningkatan SDM Kesehatan, dr. Mariya Mubarika menambahkan, pihaknya memberikan apresiasi terhadap keguatan yang dilakukan UB menjelang UTBK.

"Kami sangat mendukung ide-ide dan usaha-usaha UB untuk membantu mencari apa yang terbaik untuk proses pembelajaran," papar dia kepada induk imperiumdaily.com ini.

Dia menambahkan, kegiatan tersebut bukan hanya sekadar mencari siapa saja yang reaktif, namun juga mencari pola sistem pembelajaran yang baik dalam masa transisi new normal kali ini.

"Semoga nanti yang dihasilkan bisa menjadi regulasi pembelajaran di era new normal. Agar peserta didik mahasiswa aman, yang ngajar juga aman," pungkas dia.(nda/cak)