Jumat, Agustus 19, 2022
BerandaNewsRegionalPemkot Batu Diminta Jamin Pendidikan Anak Yatim Piatu Akibat Covid-19

Pemkot Batu Diminta Jamin Pendidikan Anak Yatim Piatu Akibat Covid-19

NUSADAILY.COM-KOTA BATU– Pandemi Covid-19 merenggut nyawa puluhan orang tua yang mengakibatkan anak-anak di Kota Batu menjadi yatim piatu. Ketua Komisi C DPRD Kota Batu, Khamim Tohari meminta Pemkot Batu menjamin masa depan mereka. Politisi PDIP itu mengusulkan agar beasiswa pendidikan dialokasikan bagi anak-anak yang kehilangan orang tuanya karena Covid-19.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Dia mengetahui 29 anak di Kota Batu  berstatus yatim piatu. Itu diungkapkannya berdasarkan sajian data yang didapat dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Batu. 

Ia merinci, ada tiga anak berusia 1 hingga 5 tahun, 11 anak berusia 6 hingga 12 tahun berada di bangku SD. Kemudian 11 anak lainnya berusia 13 sampai 15 tahun di SMP. Empat anak berusia 16 hingga 18 tahun SMA. Mereka tersebar di tiga kecamatan. Kecamatan Batu berjumlah 12 anak, Bumiaji 11 anak, dan Junrejo 6 anak. “Informasinya, 12 anak yatim, 14 anak piatu dan 3 anak yatim piatu,” paparnya. 

Beasiswa pendidikan, lanjut Kamim, diharapkan bisa diajukan saat pembahasan KUA PPAS 2021. Pemerintah harus hadir membantu akses pendidikan bagi warganya sebagai implementasi dari UUD 1945. “Ini menjadi permasalahan tersendiri bagi mereka yang masih duduk di bangku sekolah. Apalagi sesuai UUD 1945 diterangkan bahwa anak-anak yang kurang beruntung merupakan tanggung jawab negara,” ujarnya. 

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Eny Rachyuningsih saat dikonfirmasi mengatakan, per 25 Agustus 2021 ada 61 anak jenjang SD dan SMP terdata kehilangan orang tua akibat Covid-19. Data tersebut masih terus berproses. Pendataan tersebut berkaitan untuk membantu biaya pendidikan mereka. 

“Untuk menjamin pendidikan mereka, beasiswa tersebut akan dianggarkan pada P-APBD/PAK 2021. Kami akan usulkan beasiswa bagi mereka di PAK. Saat ini kami masih menunggu jadwal hearing dengan tim anggaran dan badan anggaran. Sekarang kita sedang mendata,” kata Eny. 

Sementara itu, Dinsos Kota Batu ikut melakukan penelusuran jumlah anak-anak yang ditinggalkan orang tuanya karena terpapar Covid-19. Kepala Dinsos Kota Batu, Ririk Mashuri mengatakan, ada 26 anak yang telah selesai diasesmen oleh Dinas Sosial. Sementara jumlah anak yang orangtuanya meninggal dunia karena Covid-19 ada lebih dari 87.

“Kami sudah laporkan ke wali kota tentang anak-anak yang orangtuanya meninggal karena Covid-19. Kami bersama Dinsos Jatim melakukan Layanan Dukungan Psikososial (LDP),” ujar Ririk.

Dari hasil asesmen tersebut, anak-anak yang menjadi yatim, piatu dan yatim-piatu membutuhkan pangan dan biaya pendidikan. Ririk mengatakan, kebutuhan biaya pendidikan paling dibutuhkan anak-anak mulai dari jenjang SD hingga SMA. 

“Hasil asesmen itu juga diteruskan rekomnya ke Dinas Pendidikan jika mengalami kesulitan biaya pendidikan. Kami juga disetori data dari Dinas Pendidikan sendiri. Anak SD sekian, anak SMP sekian dan SMA masih dalam proses. Ada 87 kemungkinan,” terang Ririk.

Selain itu, Dinsos Batu juga mendapatkan laporan dari DP3AP2KB Kota Batu. Termasuk dari para camat di tiga kecamatan yang ada. Pendataan masih terus dilakukan. “Kami juga meminta data ke kecamatan. Tugas Dinas Sosial adalah asesmen mereka satu per satu langsung ke keluarganya. Lalu diteruskan ke program-program sesuai kebutuhan,” ujar Ririk. (wok/wan)

BERITA KHUSUS

Peringatan HUT ke-77 RI Kota Pasuruan, Dari Upacara Bendera Hingga Bagi Akta Kelahiran

NUSADAILY.COM - PASURUAN - Puncak Peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-77 di Kota Pasuruan dilaksanakan pada Rabu, 17 Agustus 2022. Dimulai dengan Upacara peringatan...

BERITA TERBARU

Rekomendasi Wisata Liburan Musim Panas di Berlin

NUSADAILY.COM – BERLIN – Jika Anda berada di Berlin selama liburan musim panas, Anda berada di tempat yang tepat. Seperti yang ditulis oleh morgenpost.de, Liburan...