Selasa, Desember 7, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsRegionalMasyarakat Jember Silakan Lapor Rekam Jejak Para Calon Lelang Jabatan

Masyarakat Jember Silakan Lapor Rekam Jejak Para Calon Lelang Jabatan

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – JEMBER – Panitia Seleksi mempersilakan masyarakat mengirim laporan tentang baik buruknya para peserta lelang terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jember.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

“Masyarakat bisa menyampaikan ke kita lewat telepon, media sosial, surat, atau datang langsung ke sekretariat Panitia Seleksi di kantor Pemkab Jember,” kata Ketua Tim Pansel Profesor Yuli Witono, Senin, 18 Oktober 2021.

Menurut Yuli, laporan masyarakat sangat diperlukan sebagai pertimbangan Pansel dalam menilai calon pejabat yang bakal menduduki jabatan setingkat eselon II. Sebab, pemegang jabatan strategis wajib teruji moralitas, dan integritasnya.

BACA JUGA: Calon Masih Kurang, Pendaftaran Lelang Jabatan Jember Diperpanjang

Namun, Pansel akan memeriksa secara detail setiap pengaduan tentang rekam jejak para calon yang berasal dari masyarakat. Hal itu dimaksudkan untuk menguji tingkat validitas maupun kebenaran laporan tersebut.

“Misalkan, ada calon yang dilaporkan kena hukuman pimpinan, maka harus kita cek prosedurnya. Jangan sampai kita terjebak dengan sekedar ada hukuman pimpinan, tapi tanpa melalui persidangan. Semua bisa kita telusuri,” tutur Yuli.

Saat ini, sedang berlangsung tahap penelusuran terhadap rekam jejak terhadap 38 orang calon yang sebelumnya dinyatakan memenuhi syarat administrasi lelang jabatan di 12 organisasi perangkat daerah (OPD). Lewat link ini masyarakat dapat mengetahui nama calon.

Jumlah peserta 38 orang itu merupakan hasil pemeriksaan Pansel setelah mengeliminasi sejumlah orang pendaftar yang tidak dapat memenuhi syarat administrasi. Sedangkan, tersisa hanya 12 OPD dari 15 OPD yang bakal dilelang karena 3 OPD lainnya terpaksa diurungkan.

BACA JUGA: Mewaspadai Gejala Konflik Kepentingan Lelang Jabatan di Pemkab Jember

Lelang jabatan selanjutnya berlaku untuk calon kepala BKPSDM, BPKAD, Dispora, Disparbud, Dispemasdes, Diskominfo, DP3AKB, Dishub, Disperindag, Dinas Cipta Karya, Dinas Tanaman Pangan, dan Disnaker.

Adapun pos jabatan yang batal dilelang adalah Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan SDA, Dinas Perikanan dan Kelautan, serta Inspektur. Pembatalan dikarenakan beragam alasan yang berbeda-beda.

Pembatalan lelang jabatan Kepala Dinas PU Bina Marga lantaran terdapat hanya ada dua pendaftar yang ternyata juga sama persis orangnya dengan pendaftar di Dinas Cipta Karya. Yakni, atas nama Rahman Anda dan Eko Ferdianto Nugroho.

Pada akhirnya, keputusan Pansel memilih lelang jabatan berlaku untuk Dinas Cipta Karya. “Karena kompetitifnya dari dua calon itu lebih kuat di Cipta Karya,” ujar Yuli menjelaskan.

BACA JUGA: Bupati Jember Akhirnya Lantik Para Direksi PDP Kahyangan

Lelang jabatan calon Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan dibatalkan gara-gara hanya terdapat seorang pendaftar, yang bahkan tidak memenuhi syarat administrasi.

Sedangkan, dalih pembatalan lelang jabatan calon Inspektur karena belum terpenuhinya semua ketentuan yang diamanahkan oleh Kemendagri dalam Surat Edaran tahun 2020 nomor: 800/4070/SJ tentang Konsultasi Pembentukan Panitia Seleksi Jabatan Inspektur Daerah, Konsultasi Pemberhentian atau Mutasi Inspektur Daerah, dan Inspektur Pembantu Pemerintah Daerah. (sut)

- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com

Peningkatan aktivitas gunung Semeru ##tiktokberita

♬ suara asli - Nusa Daily