Selasa, Januari 25, 2022

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsRegionalMarak Bisnis Hiburan Ilegal, Oknum 3 Pilar Kecipratan Pungli

Marak Bisnis Hiburan Ilegal, Oknum 3 Pilar Kecipratan Pungli

NUSADAILY.COM – PASURUAN – Maraknya bisnis hiburan malam ilegal di sejumlah kawasan di Kabupaten Pasuruan, menjadi ajang empuk praktek pungutan liar (pungli). Sejumlah oknum aparat tiga pilar (TNI, Polri dan Satpol PP) kecipratan setoran duit ilegal agar bisnis liar ini tetap langgeng.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Seperti yang terjadi pada cafe remang-remang di komplek pertokoan Meiko, Desa Nogosari, Kecamatan Pandaan Kabupaten Pasuruan. Tidak hanya kepada oknum tiga pilar, setoran ilegal ini juga mengalir pada oknum LSM dan wartawan.

Praktek pungli ini terkuak setelah catatan buku kas paguyuban pengelola cafe di Komplek Meiko beredar luas di media sosial. Pada buku tersebut tercatat rincian pengeluaran setoran uang kepada para penerimanya.

BACA JUGA: Tergaruk Korupsi TKD Bulusari, Dua Bos Tambang Sirtu Diciduk Kejari Kabupaten Pasuruan

Besaran uang yang disetor, dari Rp 100.000 hingga Rp 1 juta, juga disertai nama penerima dan berstempel pengurus paguyuban. Uang ini berasal dari iuran pengelola cafe yang menyediakan karaoke dan wanita penghibur.

Direktur Pusat Studi dan Advokasi Kebijakan (Pusaka) Pasuruan, Lujeng Sudarto, menyatakan, praktek pungli yang dilakukan oknum aparat tiga pilar ini seharusnya diberikan tindakan tegas. Jika tidak ada tindakan tegas dari institusi yang berwenang, praktek pungli akan dianggap tindakan yang lumrah.

“Bukti dan fakta praktek pungli ini sudah jelas adanya. Sekarang tinggal menunggu tindakan tegas dari pimpinan institusi tiga pilar tersebut,” tegas Lujeng Sudarto.

Menurut Lujeng, skandal Meiko ini merupakan fenomena gunung es atas praktek pungli pada bisnis hiburan ilegal. Hal ini sangat mungkin terjadi pada kawasan hiburan lain yang menjadi ladang empuk praktek pungli.

Ia menyontohkan, kawasan wisata Tretes yang tumbuh subur prostitusi diduga kuat menjadi salah satu sumber praktek pungli. Pun demikian dengan cafe remang-remang yang juga mulai merebak di komplek pertokoan Gempol 9.

“Bisnis hiburan ilegal yang tumbuh ini karena ketidak tegasan Pemkab Pasuruan dalam menerbitkan perizinan. Pemerintah melakukan pembiaran berdirinya bisnis hiburan ilegal. Ujung-ujungnya dimanfaatkan oknum aparat melakukan pungli,” tandasnya.

Dalam hal perizinan penyelenggaraan hiburan, Pemkab Pasuruan tidak pernah memberikan izin berdirinya rumah karaoke. Namun Pemkab Pasuruan memberikan izin berdirinya cafe dan resto meski didalamnya terdapat hiburan karaoke.

BACA JUGA: Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan Mengaku Dicatut Soal Korupsi Dana Desa

“Pemkab Pasuruan ambigu dalam menerbitkan izin cafe dan resto. Kenyataannya, cafe dan resto tersebut lebih dominan sebagai rumah karaoke,” kata Lujeng.

Karena itu, ia meminta agar Pemkab Pasuruan bersikap tegas dalam menerbitkan perizinan bisnis hiburan yang juga menjadi hak masyarakat. Regulasi yang telah dibuat juga harus di jalankan untuk menghindari praktek ilegal lainnya. (oni/lna)

- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com Nadzira Shafa sempat hamil anak Ameer Azzikra #tiktoktaiment ♬ Filtered Light - Nik Ammar / Mike Reed