Senin, September 20, 2021
BerandaNewsRegionalMarak Balon Udara Berpetasan, Polres Ponorogo Gencarkan Razia

Marak Balon Udara Berpetasan, Polres Ponorogo Gencarkan Razia

NUSADAILY.COM-PONOROGO – Polres Ponorogo Jatim menggelar razia balon udara tanpa awak, baik yang dipasangi petasan atau tidak.

Balon udara tanpa awak belakangan marak di Ponorogo dan sekitarnya. Bahkan maraknya balon buatan sendiri itu sempat memakan korban. Seorang warga Kecamatan Jambon meninggal dunia sepekan lalu. Korban meninggal akibat petasan yang rencananya untuk balon udara justru meledak. Satu tewas dan melukai delapan anggota keluarga lainnya.

Polres Ponorogo mengidentifikasi sedikitnya ada empat wilayah di Ponorogo yang rawan penyalahgunaan petasan dan balon udara. Antara lain wilayah hukum Polsek Sumoroto, Polsek Jambon, Polsek Balong, dan Polsek Mlarak.

Di keempat polsek tersebut, banyak masyarakat yang belum sadar bahaya balon udara tanpa awak yang dipasangi petasan.

Kapolres Ponorogo AKBP Arief Fitrianto mengatakan “Sebenarnya sudah mulai banyak masyarakat Ponorogo yang sadar akan bahayanya menerbangkan balon udara tanpa awak yang membawa petasan.”

“Saya mengapresiasi masyarakat yang membantu Polri dengan sadar menyerahkan balon udara dan petasan kepada pihak kepolisian, seperti beberapa waktu lalu,” terangnya kepada NusaDaily.

“Namun dari pengecekan di lapangan hari ini (Senin 25 Mei 2020), masih ada saja warga yang diam-diam membuat dan menerbangkan balon dibarengi dengan petasan. Ini terbukti banyaknya BB balon dan petasan yang disita dan diamankan pada tiap polsek, ” ungkapnya.

Sekali lagi, Kapolres Arief mengimbau masyarakat mematuhi Undang-Undang Nomor 1 tahun 2009 tentang Penerbangan.

“Petugas tidak akan segan-segan menindak tegas bagi mereka yang ketahuan atau kedapatan membuat dan menerbangkan balon udara. Karena sangat membahayakan bagi penerbangan dan membahayakan masyarakat lainnya,” kata Arief.

Kapolres Arief beserta jajarannya berjanji terus meningkatkan pengawasan serta melakukan patroli rutin. Tentunya sambil menyosialisasikan UU Penerbangan itu. Khususnya tentang bahayanya balon udara berpetasan bagi penerbangan hingga keselamatan orang lain,” pungkasnya.

Balon Udara Hebohkan Gunung Kidul

Di tempat terpisah, Kapentak Lanud Adisutjipto Mayor Sus Ambar Rejiyati memberkan penjelasan tambahan terkait larangan penerbangan balon udara. Penjelasan diberikan dalam keterangan tertulis, Senin 25 Mei 2020.

Larangan penerbangan balon udara sesuai UU No 1 tahun 2009 tentang Penerbangan. Dan Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil (PPKS 101) tentang larangan menerbangkan Balon Udara di MCA atau Millitary Controlled Airspace di Yogyakarta.

“Menghimbau kepada masyarakat agar mematuhi aturan serta larangan penerbangan balon udara yang dapat berpotensi membahayakan penerbangan,” tegasnya.

Keterangan itu diberikan setelah sebelumnya ada balon udara berukuran relatif besar yang menghebohkan warga Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, Minggu (24/5/2020). Ada dua balon yang mendarat di Gunungkidul. Belum diketahui siapa yang menerbangkan balon-balon itu. (nto/yos).

RELATED ARTICLES
- Advertisement -spot_img

popular minggu ini

AnyFlip LightBox Embed Demo

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

berita khusus

Pemkot Malang Alokasikan Dana Cukai Hasil Tembakau untuk Jaminan Kesehatan

NUSADAILY.COM - MALANG - Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Kesehatan memanfaatkan Dana Bagi Hasil (DBH) Cukai Hasil Tembakau (CHT) untuk program pemenuhan dan penyediaan...