Senin, Oktober 18, 2021
BerandaNewsRegionalHarga Reagen Tinggi, Subsidi Dibutuhkan demi Turunkan Tarif Swab PCR

Harga Reagen Tinggi, Subsidi Dibutuhkan demi Turunkan Tarif Swab PCR

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM-KOTA BATU- Tingginya tarif swab PCR dipengaruhi oleh mahalnya harga reagen. Hal ini menjadi kendala untuk menurunkan tarif swab PCR di rumah sakit rujukan. Belum lagi dihitung dengan pengenaan pajak pada alat kesehatan itu.

Penurunan tarif swab PCR ini merupakan instruksi dari pemerintah pusat hingga kisaran Rp 450 – Rp 550 ribu. Kebijakan ini untuk mempercepat proses tracing dan testing Covid-19. Semula layanan ini dikenakan tarif sebesar Rp 900 ribu. 

Direktur RSU Karsa Husada Kota Batu, dr Tries Anggraeni menyebutkan, pihaknya perlu waktu untuk mengikuti kebijakan dari pemerintah pusat. Apalagi belum ada subsidi dari pemerintah terhadap kebutuhan alat swab PCR. Sehingga ketika rumah sakit milik Pemprov Jatim itu menurunkan tarif, imbasnya akan kesulitan untuk melakukan pengadaan alat kembali.

“Kami belum bisa menurunkan tarif karena harga reagen masih tinggi. Subsidi dari pemerintah juga belum ada,” kata dia dilansir Nusadaily.com.

Subsidi yang diajukan sebatas untuk kebutuhan obat-obatan ke Pemprov Jatim. Untuk menyesuaikan harga swab PCR sesuai instruksi pusat, diperlukan waktu. Karena pihak rumah sakit harus melakukan perhitungan kembali. Ketika nantinya  diperoleh harga reagen yang lebih murah, secara otomatis pihaknya juga akan menurunkan harga Swab PCR. 

“Beberapa hari yang lalu Kimia Farma sudah mengeluarkan edaran untuk menurunkan harga Swab PCR. Namun tak lama ditarik lagi. Karena ada instruksi lanjutan dari presiden,” ujar dia. 

Tries menyebut, sebelumnya dia telah menurunkan harga swab PCR. Mulanya RS Karsa Husada mematok harga Rp 900 ribu sekali melakukan Swab PCR. Sedangkan beberapa waktu lalu sudah diturunkan menjadi Rp 850 ribu sekali tes. “Kami tidak mengambil keuntungan apa-apa. Biaya tersebut hanya cukup untuk membeli keperluan bahan habis pakai dan reagen saja,” tutup Tries. 

Sementara itu, Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso mengatakan, pihaknya akan segera melakukan tindak lanjut ke RS yang ada di Kota Batu. Guna memastikan harga swab PCR bisa turun sesuai instruksi presiden. 

“Kami akan berusaha dan memastikan tarif Swab PCR sesuai dengan SE Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan nomor HK.02.02/I/2845/2021 tentang Batas Tarif Tertinggi Pemeriksaan Reserve Transcription Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) akan dilakukan RS di Kota Batu dalam waktu dekat ini,” katanya. (wok/wan)

- Advertisement -spot_img

BERITA POPULAR

AnyFlip LightBox Embed Demo

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

berita khusus

Meski Usia Baru Seumur Jagung, Kota Batu Bertabur Prestasi

NUSADAILY.COM - KOTA BATU - Kota Batu masih berusia relatif muda dibandingkan daerah-daerah lainnya di Jawa Timur. Tepat di hari ini, Minggu (17/10), kota...