Rabu, September 28, 2022
BerandaNewsRegionalEvaluasi PPKM Tahap I, 64 Tempat Usaha di Kota Malang Masih Tak...

Evaluasi PPKM Tahap I, 64 Tempat Usaha di Kota Malang Masih Tak Patuh Aturan

NUSADAILY.COM – MALANG – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tahap pertama di Kota Malang telah selesai. Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan, masih ada sejumlah tempat usaha yang melakukan pelanggaran pembatasan jam malam yang telah ditentukan maksimal pukul 20.00.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

“Sebanyak 64 tempat usaha yang melanggar aturan PPKM, ada yang kami berikan teguran tertulis, menandatangani surat pernyataan dan penyegelan,” terang Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Malang, Priyadi, Rabu (27/1/2021).

Priyadi merinci, dari 64 tempat usaha yang melakukan pelanggaran, sebanyak 43 tempat usaha mendapatkan teguran tertulis, 18 tempat usaha mendapatkan surat pernyataan dan tiga tempat usaha dilakukan penyegelan selama 14 hari.

“Tiga tempat usaha itu adalah Caffe Kriwul di Jalan Sigura-Gura, Hegemoni Kopi di Jalan Bokirsari, dan Mister Vapoor di Jalan Galunggung,” kata dia.

Agar tidak terjadi pelanggaran serupa, sejumlah tempat usaha yang mendapat penindakan tersebut agar mematuhi aturan pada penerapan PPKM jilid dua yang dimulai pada 26 Januari hingga 8 Februari 2021 mendatang.

“Untuk jadwal operasi yustisi PPKM jilid kedua, kami nunggu instruksi dari pari Wali (Wali Kota Malang). Kalau sudah ada, baru nanti kami turun ke lapangan,” ujar dia.

Pada kesempatan tersebut, Priyadi menambahkan, pada PPKM jilid dua ini, para pedagang kaki lima (PKL) diberikan kelonggaran untuk beroperasi di atas pukul 20.00. Namun, ia mengingatkan agar tetap tertib mematuhi peraturan dengan tidak menyediakan layanan makan di tempat.

“Khusus untuk PKL ada perlakuan khusus yakni masih diperbolehkan buka diatas pukul 20:00 WIB. Namun dengan catatan, yakni tidak diperbolehkan makan di tempat dan hanya boleh dibungkus. Kalau melanggar bisa jadi nanti saya angkut rombongnya,” katanya.

Sebelumnya, Wali Kota Malang, Sutiaji menguraikan, ia mempertimbangkan PKL diizinkan buka di atas pukul 20.00 lantaran pada umumnya mereka buka sekitar pukul 17.00 sampai 18.00.

“Saya beri dispensasi karena mereka rata-rata baru buka pukul 18.00. Saya tanya mereka baru dapat tiga pembeli padahal sudah pukul setengah delapan malam. Jadi tidak manusiawi. Maka kami beri kelonggaran. Namun, hanya boleh take away, kalau melayani makan di tempat, akan digusur,” tegas dia.

Sementara, untuk aturan lain, tidak jauh berbeda dalam penerapan PPKM tahap pertama. Serta, tetap berpedoman pada Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 1 Tahun 2021.

“Untuk pembatasan kerumunan massa, untuk pengunjung kafe dibatasi hingga 25 persen dari total kapasitas. Kemudian, untuk penerapan Work From Office (WFO) sebesar 25 persen dan Work From Office sebesar 75 persen,” papar dia.

Pada kesempatan tersebut, Sutiaji berpesan agar masyarakat tidak perlu khawatir dan tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Yakni, memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan membatasi mobilitas,” imbuh dia.

Menurut Sutiaji, PPKM merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menekan penyebaran covid-19. Namun, juga membutuhkan dukungan masyarakat.

“Jadi mohon kesadaran itu, seandainya tertib, bagus, penilaian PPKM dari pusat berhasil, maka tidak ada perpanjangan,” tandas dia.(nda/lna)

BERITA KHUSUS

Enam Poktan Tembakau Situbondo Dapat Bantuan Kendaraan Roda Tiga, Ini Daftarnya

NUSADAILY.COM - SITUBONDO - Enam kelompok tani (Poktan) tembakau di Kabupaten Situbondo bakal mendapat bantuan kendaraan roda tiga. Bantuan itu berasal dari Dinas Pertanian...

BERITA TERBARU

Festival Kopi, Gus Ipul Apresiasi Talenta Muda Kota Pasuruan Kembangkan Industri Kreatif

NUSADAILY.COM - PASURUAN - Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengapresiasi talenta anak-anak muda yang terus berinovasi dan mengembangkan industri kreatif. Sebagai bentuk...