Kamis, Oktober 28, 2021
BerandaNewsRegionalCovid-19 Melonjak, Pemkab Malang Akan Tambah ICU dan Safe House

Covid-19 Melonjak, Pemkab Malang Akan Tambah ICU dan Safe House

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – MALANG – Bed Occupancy Rate (BOR) atau keterisian tempat tidur ICU di Rumah Sakit (RS) yang ada di Kabupaten Malang sudah penuh akibat penyebaran Covid-19 makin melonjak tinggi. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang dalam waktu dekat akan menambah ruang ICU dan fungsikan gedung sekolah yang kosong sebagai Safe House.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

“Itu sebagai alternatif, jalan keluar karena Rumah Sakit penuh, ” kata Wakil Bupati Malang, Didik Gatot Subroto, Jumat (9/7/2021).

Menurut Didik, saat ini situasi tengah gawat, terjadi ledakan penambahan pasien COVID-19 hingga menyebabkan antrean panjang di hampir seluruh Rumah Sakit di Malang Raya.

BACA JUGA: Kematian Akibat Covid-19 di Kota Malang Tinggi, Rata-Rata Bergejala Berat

“Karena situasi kegawatan daruratan kita, terjadi ledakan luar biasa. Karena virus memang ada di sekitar kita. Maka saran kami kepada warga agar ikuti petunjuk pemerintah, ” imbuh Didik.

Kini, lanjutnya, langkah yang diambil oleh Pemerintah Kabupaten Malang yakni menambah ruang ICU sejumlah 10 persen dari jumlah bed yang tersedia di Rumah Sakit rujukan di Kabupaten Malang.

“Kan secara keseluruhan itupun sudah ditambahkan tapi pasien ngantri sangat banyak, ” tukasnya.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Malang juga menambah safe house di tingkat Kecamatan. Sehingga warga yang memiliki keluhan gejala mirip Covid-19 bisa melakukan isolasi mandiri di lokasi itu dengan dipantau tenaga kesehatan.

“Sekarang ini kita tengah inventarisasi terhadap sekolah yang berdekatan dengan puskesmas atau rumah sakit untuk dijadikan safe house,” jelasnya.

BACA JUGA: Pemkab Malang Ajukan Tambahan 100 Ribu Dosis Vaksin COVID-19

“Dengan harapan warga yang memiliki keluhan bisa dikumpulkan dan konsentrasi pengawasan serta dilakukan monitoring dan evaluasi perkembangan pasien, juga bisa terkonsentrasi pada satu titik, ” sambung Didik.

Sehingga, Pemerintah Desa juga bisa lebih mudah, terarah dan jelas mengarahkan warganya yang terindikasi positif Covid-19. Kata dia, safe house akan didirikan di setiap kecamatan memanfaatkan gedung sekolah yang belum difungsikan.

“Dengan harapan di safe house ada pertolongan dini dari nakes bagi warga yang memiliki keluhan,” tutupnya. (aje/lna)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Nusa Magz Edisi 46

BERITA POPULAR

- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com

Istri Selingkuh, Suami Bawa Alat Berat Hancurkan Rumah😱##tiktokberita

♬ kau curangi cintaku - Milan indramayu