Minggu, September 26, 2021
BerandaNewsRegionalCovid-19 Kota Malang Terus Melonjak, Ini Sebabnya

Covid-19 Kota Malang Terus Melonjak, Ini Sebabnya

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – MALANG – Akhir-akhir ini, kasus penyebaran covid-19 di Kota Malang semakin mengkhawatirkan. Klaster di sekitar permukiman warga banyak bermunculan. Seperti di kawasan Perumahan Permata Hijau dan Bukit Hijau, Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.

Kemudian juga klaster perkampungan yang muncul di wilayah Lowokdoro Gang IV, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Kemudian, Jalan Tretes Selatan, RW 05, Kelurahan Rampal Celaket, Kecamatan Klojen, Kota Malang.

Terbaru, pekan lalu, di Jaksa Agung Suprapto Gang 3, RW 1 Kelurahan Rampal Celaket, Kota Malang. Serta, di wilayah Jl Bandulan Gang 1 F, RT 5 RW 4, Kecamatan Sukun Kota Malang dan Puri Nirwana Gajayana.

Baca Juga: Pecah Rekor! Sehari, 23 Orang di Kota Malang Meninggal Dunia Positif Covid-19

Saat ini, secara zonasi, dari 4.273 RT di Kota Malang, sebagian besar masih dinyatakan zona hijau. Namun, kawasan RT 05 RW 05 Kelurahan Rampal Celaket, Kota Malang masuk zona oranye.

Sedangkan untuk wilayah Kota Malang, masuk dalam zona oranye, mulai dari tanggal 21 hingga 27 Juni 2021, ada tambahan 118 orang terkonfirmasi positif covid-19, sehingga, jumlahnya menjadi 7.014 orang. Dengan rincian, 166 orang dalam pantauan, 6.189 orang dinyatakan sembuh dan 659 orang meninggal dunia.

Akibat melonjaknya jumlah kasus tersebut, berimbas terhadap keterisian kasur di sejumlah rumah sakit rujukan nyaris penuh.

Baca Juga: Positif Covid-19, Tujuh Pegawai PSC Dinkes Kota Malang Dibawa ke Safe House

Tanggapan Wali Kota Malang

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Malang, Sutiaji mengatakan, analisa sementara penyebab meledaknya kasus covid-19 karena warga mulai abai dengan protokol kesehatan. Ditandai dengan berakhirnya masa penyekatan diperbatasan pasca libur lebaran.

Saat itu, mobilisasi warga mulai tak terbendung. Transmisi dari daerah lain inilah yang menjadi penyebab meledaknya kasus covid-19 di Kota Malang. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, saat ini, tambahan pasien terkonfirmasi positif bertambah hampir delapan hingga 12 orang per hari.

Baca Juga: Cegah Penyebaran Covid-19, Polresta Malang Kota Lakukan Penyemprotan Disinfektan di Area Publik

“Kembali lagi pada disiplin masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan pencegahan covid-19. Kemarin mudik, setelah tidak ada penyekatan orang berbondong-bondong. Dan mereka tidak menerapkan protokol kesehatan. Inilah yang menjadi gejolak,” terang dia, Selasa (29/6/2021).

Sedari awal, Sutiaji sudah mengingatkan jajarannya untuk mewaspadai datangnya gelombang kedua penyebaran covid-19. Mereka sebenarnya sempat meredam penyebaran covid-19 di wilayahnya dan berstatus zona kuning. Namun, seiring adanya peningkatan jumlah kasus, saat ini, Kota Malang kembali menjadi zona oranye.

“Dulu sudah saya sampaikan di awal. Ditunggu satu bulan pasca penyekatan. Ketika tidak ada gejolak kenaikan covid-19 berarti sudah bisa tertangani. Tetapi, jika muncul gejolak kenaikan kasus covid-19, saya yakin akan muncul gelombang yang luar biasa dan ini benar,” jelas dia.

Baca Juga: Terdampak Getaran Gempa Malang, Via Vallen: Bener-Bener Kuat

Sutiaji menegaskan, sampai saat ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang belum memutuskan memberlakukan jam malam atau kembali mengaktifkan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) seperti sebelumnya. Menurutnya, kebijakan penanganan covid-19 harus bersifat makro dari pusat dan diberlakukan menyeluruh disemua daerah di Indonesia.

“Agenda penyekatan di perbatasan belum ada. Kebijakan penanganan covid-19 harus bersifat makro. Jadi, ketika daerah menerapkan jam malam tetapi daerah lain tidak melakukan itu akan muncul transmisi dari orang,” kata pria berkacamata ini.

Baca Juga: Kasus Covid-19 Jaksa Agung Suprapto, Dinkes Kota Malang: Delapan Orang Positif

Untuk itu, Sutiaji kembali mengingatkan masyarakat untuk terus menerapkan protokol kesehatan pencegahan covid-19. Jurus lainnya adalah mengoptimalkan peran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro di tingkat RT/RW.

“Karena varian baru ini berbahaya. Dari ahli epidemiologi varian baru hanya bersifat detik. Cukup 15 detik orang yang membuka masker langsung menyebar virusnya,” tandas dia.(nda/ark)

AnyFlip LightBox Embed Demo

BERITA POPULAR

- Advertisement -spot_img

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

berita khusus

The Legion Nutrition dan Amarta Hills Berkolaborasi Gelar Body Competition

NUSADAILY.COM - KOTA BATU - Produsen suplemen olahraga, The Legion Nutrition tak berhenti memberikan dukungannya di bidang olahraga. Kali ini mereka ambil bagian sebagai...