Kamis, Oktober 28, 2021
BerandaNewsRegionalBlusukan ke Pasar Rogojampi, Ipuk Canangkan Program UMKM Naik Kelas

Blusukan ke Pasar Rogojampi, Ipuk Canangkan Program UMKM Naik Kelas

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – BANYUWANGI – Calon Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani Azwar Anas blusukan ke Pasar Tradisional Rogojampi, Selasa 6 Oktober 2020. Selain bersilaturrahmi bersama pedagang dan pembeli, Ipuk menyempatkan diri sarapan pagi dan berbelanja sayur mayur di Pasar Rogojampi.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Usai dari Pasar Rogojampi, Ipuk bertemu warga di Dusun Jajang Surat, Dusun Pancoran Karangbendo, Perumahan Indah Condro Dusun Pancoran, Dusun Lugjag Desa Pengatigan, dan lainnya. 

BACA JUGA: Rumah Kreatif, Cara Ipuk – Sugirah Pulihkan Perekonomian Banyuwangi

Dalam pertemuan tersebut, Ipuk memaparkan program UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) Naik Kelas. Program ini untuk menjawab aspirasi masyarakat guna memulihkan ekonomi di masa pandemi Covid-19.

”Bagaimana me-recovery ekonomi setelah terpukul dampak pandemi Covid-19? Sembari kita menunggu vaksin nantinya, harus ada upaya-upaya terobosan. Untuk itu, tidak ada obat ekonomi yang lebih manjur selain menggerakkan ekonomi arus bawah, yaitu UMKM. Inilah bantalan ekonomi rakyat yang harus kita sokong ramai-ramai, harus kita perkuat. Ipuk-Sugirah sudah punya resepnya,” ujar Ipuk.

Dalam konsep UMKM naik kelas ala Ipuk-Sugirah, setiap UMKM bakal mendapatkan berbagai fasilitas. Mulai dari pelatihan manajemen bisnis, akses modal bersubsidi, alat bantu produksi, sertifikasi (PIRT, Halal, BPOM, dan sebagainya sesuai kebutuhan/bidang bisnis UMKM).

Selain itu, juga dilakukan pelatihan manajemen keuangan, pelatihan pemasaran online, branding (termasuk kemasan), fasilitasi pemasaran (business matching, dukungan marketplace nasional, dan lainnya), dan sebagainya. 

”Misalnya soal akses modal bersubsidi, bakal dibangun kemitraan pemerintah daerah dan berbagai lembaga untuk bisa memberikan permodalan yang mudah dan murah, di mana pemerintah daerah ikut mendampingi agar UMKM tak lagi kesulitan mengakses modal,” jelasnya.

Muara dari langkah-langkah tersebut, sambung Ipuk, adalah UMKM Banyuwangi bisa naik kelas. ”Apa itu naik kelas? Kami sudah susun indikatornya,” ujarnya.

Indikator Naik Kelas

Indikator UMKM naik kelas, mulai dari penguasaan sistem digital yang baik dengan pemasaran online, tersertifikasi sesuai bidang bisnisnya, go national dengan mengirim barang ke luar daerah, literasi keuangan yang baik dengan penerapan manajemen keuangan sederhana. 

BACA JUGA: Sapa Nelayan, Ipuk-Sugirah: Sektor Perikanan Jadi Jangkar Pemulihan Ekonomi

Juga bisa meningkatkan variasi produknya. Misalnya, dari produk segar sudah bisa menyajikan frozen food siap saji dengan teknologi tertentu. ”Dan tentu indikator utamanya adalah UMKM harus naik omzetnya, bisnisnya bisa semakin membesar, dan otomatis dengan sendirinya ikut menambah lapangan kerja baru bagi masyarakat,” imbuhnya. 

“Artinya, ini memulihkan ekonomi, memperkuat UMKM, sekaligus membuka lapangan kerja bagi warga. Kami targetkan bisa membawa 10.000 UMKM naik kelas di tahun pertama kepemimpinan jika dipercaya oleh masyarakat Banyuwangi,” tutup isteri Bupati Abdullah Azwar Anas ini. (cak)

- Advertisement -spot_img
Nusa Magz Edisi 46

BERITA POPULAR

- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com

Istri Selingkuh, Suami Bawa Alat Berat Hancurkan Rumah😱##tiktokberita

♬ kau curangi cintaku - Milan indramayu