Jumat, September 24, 2021
BerandaNewsRegionalBanyuwangi Prioritaskan Pemulihan Sosial Ekonomi Akibat Pandemi pada Tahun 2021

Banyuwangi Prioritaskan Pemulihan Sosial Ekonomi Akibat Pandemi pada Tahun 2021

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – BANYUWANGI – Prioritas pembangunan daerah di Banyuwangi pada Tahun 2021 akan difokuskan pada pemulihan sosial ekonomi masyarakat akibat pandemi COVID-19. 

BACA JUGA: Banyuwangi Realokasi APBD untuk Penanganan Corona

Hal itu disampaikan Bupati Abdullah Azwar Anas dalam Rapat Paripurna DPRD penyampaian nota pengantar atas diajukannya KUA PPAS (Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara) APBD Tahun 2021, Senin 22 November 2020.

Anas mengatakan, KUA PPAS APBD 2021 ini diharapkan menjadi rancangan langkah pemulihan sosial ekonomi masyarakat akibat pandemi COVID-19. 

”KUA PPAS APBD 2021 ini kami susun mengacu pada arahan Presiden Jokowi mengenai postur APBN 2021. Jadi APBD 2021 mendatang sangat realistis,” tegas Anas.

Disebutkan Anas, ada tujuh prioritas pembangunan daerah yang menjadi fokus pembangunan daerah 2021.  Pertama, membantu usaha ekonomi rakyat yang terdampak COVID-19. 

Kedua, mendorong tumbuhnya dunia usaha dengan memangkas rantai perizinan investasi. Ketiga, meningkatkan nilai tambah tinggi di sektor perikanan dan pertanian.

Keempat, revitalisasi dan peningkatan nilai tambah sektor manufaktur. Kelima, memulihkan kembali sektor pariwisata. Keenam, melanjutkan pembangunan infrastruktur yang berhimpitan dengan prioritas nasional dan provinsi. Terakhir, pemberdayaan UMKM.

“Urusan pendidikan dan kesehatan tetap menjadi prioritas wajib pembangunan. Selain itu, penyediaan jaring pengaman sosial juga kami masukkan di APBD ke depan,” kata Anas.

BACA JUGA: APBD Perubahan 2020 Banyuwangi Fokus Kesehatan, Sosial, dan Ekonomi Kreatif

Dalam kesempatan itu, Anas menyebut bahwa pendapatan dan belanja daerah akan turun menyesuaikan dengan kapasitas fiskal pemerintah. Pendapatan daerah 2021 ditargetkan  sebesar Rp. 2,756 triliun. Adapun belanja daerah 2021 direncanakan sebesar Rp 2,769 triliun.

“Karena pandemi, kapasitas fiskal pemerintah pusat tentu terpengaruh. Hal ini tentu juga mempengaruhi dana transfer pusat yang diterima semua daerah di Indonesia. Inilah alasan penyesuaian kita ke depan,” imbuhnya. 

“Meski demikian, kami akan gunakan seoptimal mungkin terutama untuk memulihkan kondisi sosial-ekonomi masyarakat,” tutup Bupati Banyuwangi dua ini. (Ozi/Ian)

AnyFlip LightBox Embed Demo

BERITA POPULAR

- Advertisement -spot_img

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

berita khusus

Berantas Rokok Ilegal, Pemkab Sidoarjo Gandeng Bea Cukai Sosialisasikan Manfaat DBHCT

NUSADAILY.COM – SIDOARJO – Dana Bagi Hasil Cukai dan Tembakau (DBHCT) sebagai salah satu pendapatan negara yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat, misalnya dalam bidang...